<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Abu Zakariya</title>
	<atom:link href="http://sutrisnolink.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sutrisnolink.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Mon, 05 Dec 2011 09:42:55 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='sutrisnolink.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Abu Zakariya</title>
		<link>http://sutrisnolink.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://sutrisnolink.wordpress.com/osd.xml" title="Abu Zakariya" />
	<atom:link rel='hub' href='http://sutrisnolink.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Website Baru</title>
		<link>http://sutrisnolink.wordpress.com/2010/10/17/website-baru/</link>
		<comments>http://sutrisnolink.wordpress.com/2010/10/17/website-baru/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 17 Oct 2010 19:36:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abuzakaria</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sutrisnolink.wordpress.com/?p=119</guid>
		<description><![CDATA[Assalamu’alaikum, website ini telah pindah ke www.ukhuwahislamiah.com, Terimakasih<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sutrisnolink.wordpress.com&amp;blog=5429600&amp;post=119&amp;subd=sutrisnolink&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu’alaikum,<br />
website ini telah pindah ke <a href="http://ukhuwahislamiah.com/">www.ukhuwahislamiah.com</a>,<br />
Terimakasih</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sutrisnolink.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sutrisnolink.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sutrisnolink.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sutrisnolink.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sutrisnolink.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sutrisnolink.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sutrisnolink.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sutrisnolink.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sutrisnolink.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sutrisnolink.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sutrisnolink.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sutrisnolink.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sutrisnolink.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sutrisnolink.wordpress.com/119/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sutrisnolink.wordpress.com&amp;blog=5429600&amp;post=119&amp;subd=sutrisnolink&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sutrisnolink.wordpress.com/2010/10/17/website-baru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cc6bfa6a0cca3a38a0d322bac83c1386?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abuzakaria</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Surat teruntuk kelompok-kelompok dakwah</title>
		<link>http://sutrisnolink.wordpress.com/2010/05/02/surat-teruntuk-kelompok-kelompok-dakwah/</link>
		<comments>http://sutrisnolink.wordpress.com/2010/05/02/surat-teruntuk-kelompok-kelompok-dakwah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 02 May 2010 14:04:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abuzakaria</dc:creator>
				<category><![CDATA[Coretanku]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sutrisnolink.wordpress.com/?p=114</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Syaikh Muhammad Jamil Zainu surat teruntuk kelompok-kelompok dakwah Agama adalah nasehat Rasulullah -shollallahu alaihi wa sallam- bersabda : الدِّينُ النَّصِيْحَةُ. قُلْنَا : لِمَنْ يَارَسُولَ اللهِ ؟ قَالَ : لِلهِ، وَلِكِتَابِهِ وَلِرَسُولِهِ وَلأَ ئِمَّةِ الْمُسْلِمِينَ وَعَامَّتِهِمْ “Agama adalah nasehat, kami (para sahabat) bertanya : untuk siapa wahai Rasulullah ? Rasulullah shollallahu alaihi wa sallam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sutrisnolink.wordpress.com&amp;blog=5429600&amp;post=114&amp;subd=sutrisnolink&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh : Syaikh Muhammad Jamil Zainu</p>
<p>surat teruntuk kelompok-kelompok dakwah</p>
<p>Agama adalah nasehat<br />
Rasulullah -shollallahu alaihi wa sallam- bersabda :<br />
الدِّينُ النَّصِيْحَةُ. قُلْنَا : لِمَنْ يَارَسُولَ اللهِ ؟ قَالَ : لِلهِ، وَلِكِتَابِهِ وَلِرَسُولِهِ وَلأَ ئِمَّةِ الْمُسْلِمِينَ وَعَامَّتِهِمْ</p>
<p>“Agama adalah nasehat, kami (para sahabat) bertanya : untuk siapa wahai Rasulullah ? Rasulullah shollallahu alaihi wa sallam –menjawab- : untuk Allah, kitabnya, Rasulnya, dan untuk para pemimpin kaum muslimin dan orang awamnya.”(HR. Muslim).</p>
<p>Dan sebagai aplikasi sabda Rasulullah -shollallahu alaihi wa sallam- di atas, maka saya ingin menyampaikan nasehat kepada seluruh kelompok dakwah Islam, agar senantiasa berpegang teguh dengan al-Qur’an dan hadits-hadits yang shahih berdasarkan pemahaman para ulama salaf,seperti : para sahabat, tabi’in, para imam mujtahidin dan orang-orang senantiasa meniti jejak mereka.</p>
<p>Kepada Kelompok Sufi<br />
<span id="more-114"></span><br />
1. Nasehat saya kepada mereka agar menunggalkan Allah dalam do’a dan isti’anah (meminta pertolongan) sebagai bentuk perwujudan dari firman Allah :</p>
<p>“Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan.”(QS. Al-Fatihah : 5).<br />
Dan sabda Rasulullah -shollallahu alaihi wa sallam- :<br />
الدُّعَاءُ هُوَ اْلعِبَادَةُ</p>
<p>“Doa adalah ibadah.”(HR. Tirmidzi dan beliau berkata : hadits hasan shahih).</p>
<p>Dan wajib bagi mereka untuk meyakini bahwa Allah ada di atas langit, sebagaimana firman-Nya :</p>
<p>“Apakah kamu merasa aman terhadap Allah yang (berkuasa) di langit bahwa Dia akan menjungkir balikkan bumi bersama kamu, sehingga dengan tiba-tiba bumi itu bergoncang?,”(QS. Al-Mulk : 16).</p>
<p>Ibnu Abbas -radhiallohu anhuma-, berkata Dia adalah Allah (sebagaimana disebutkan Ibnul Jauzi dalam tafsirnya).</p>
<p>Dan Rasulullah -shollallahu alaihi wa sallam- bersabda :<br />
أَلاَ تَأْمَنُوْنِيْ وَأَنَا أَمِيْنٌ مَنْ فِي السَّمَاءِ</p>
<p>“Tidaklah kalian percaya kepadaku, padahal saya adalah kepercayaan dzat yang di langit”(HR. Bukhari dan Muslim). Dan arti di langit adalah di atas langit.</p>
<p>2. Hendaklah mereka senantiasa mendasari dzikir-dzikir mereka dengan apa yang ada dalam al-Qur’an dan sunnah (yang shohih –ed.) serta amalan para sahabat.</p>
<p>3. Jangan sekali-kali mendahulukan ucapan syaikh-syaikh melebihi firman Allah dan sabda Rasulullah -shollahu alaihi wa sallam-, sebagaimana firman Allah :</p>
<p>“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendahului Allah dan Rasul-Nya dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”(QS. Al-Hujurat : 1).<br />
Yakni : Jangan sekali-kali kalian mendahulukan ucapan atau perbuatan siapapun melebihi firman Allah dan sabda Rasulullah -shollahu alaihi wa sallam- (tafsir Ibnu Katsir).</p>
<p>4. Hendaknya mereka beribadah dan berdo’a kepada Allah dengan rasa takut dari siksa neraka-Nya dan berharap surga-Nya. Sebagaimana firman Allah ta’ala :</p>
<p>“Dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan).”.(QS. Al-A’raf : 56)</p>
<p>Dan sabda Rasulullah -shollallahu alaihi wa sallam- :<br />
أَسْأَلُ اللهَ الْجَنَّةَ وَأَعُوْذُ بِهِ مِنَ النَّارِ</p>
<p>“Saya meminta kepada Allah surga dan berlindung dengan-Nya dari neraka”.(HR. Abu Dawud dengan sanad shahih).</p>
<p>5. Mereka harus meyakini bahwa makhluk pertama dari kalangan manusia adalah nabi Adam -alahi salam-, dan bahwasanya nabi Muhammad -shollahu alaihi wa sallam- adalah termasuk anak keturunannya dan semua manusia adalah anak keturunannya yang Allah ciptakan dari tanah.</p>
<p>Allah ta’ala berfirman :</p>
<p>“Dia-lah yang menciptakan kamu dari tanah kemudian dari setetes mani,”(QS. Ghafir : 67)</p>
<p>Dan tidak ada satu dalilpun yang menunjukkan bahwa Allah menciptakan nabi Muhammad -shollahu alaihi wa sallam-<br />
dari nur (cahaya-Nya), bahkan yang masyhur bagi semua bahwa Allah menciptakannya dari kedua orang tuanya.</p>
<p>Kepada Jama’ah Tabligh</p>
<p>1. Nasehat saya kepada mereka agar berpegang teguh dalam dakwahnya dengan al-Qur’an dan sunnahnya yang shahih dan agar belajar al-Qur’an, tafsir, dan hadits sehingga dakwah mereka benar-benar di atas ilmu, sebagaimana firman Allah ta’ala :</p>
<p>“Katakanlah: “Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata,”(QS. Yusuf : 108).</p>
<p>Dan sabda Rasulullah -shollallahu alaihi wa sallam-<br />
إِنَّمَا الْعِلْمُ بِالتَّعَلُّمِ</p>
<p>“Sesungguhnya ilmu (bisa diperoleh) hanya dengan belajar”(Hadits hasan, lihat shahihul jami’).</p>
<p>2. Mereka harus berpegang teguh dengan hadits-hadits yang shahih dan menjauhi hadits-hadits yang dhaif (lemah) dan maudu’ (palsu) sehingga tidak masuk pada apa yang disinyalir Rasulullah -shollallahu alaihi wa sallam- :<br />
كَفَى بِالْمَرْءِكَذِبًا أَنْ يُحَدِّثَ بِكُلِّ مَاسَمِعَ</p>
<p>“Cukup seseorang dikatakan berdusta jika menceritakan semua apa yang didengarnya.”(HR. Muslim).</p>
<p>3. Kepada al-Ahbab (orang-orang yang saya cintai) agar tidak memisahkan antara amar ma’ruf dan nahi munkar, karena Allah banyak menyebut-Nya secara bersamaan dalam ayat-ayat al-Qur’an, seperti firman Allah ta’ala :</p>
<p>“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar merekalah orang-orang yang beruntung.”(QS. Ali Imran : 104)</p>
<p>Dan Rasulullah -shollallahu alaihi wa sallam- juga punya perhatian serius dan memerintahkan kaum muslimin untuk merubah kemungkaran, sebagaimana sabdanya -shollallahu alaihi wa sallam- :<br />
مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ، وَذَلِكَ أَضْعَفُ اْلإِيْمَانِ</p>
<p>“Barangsiapa di antara kalian yang melihat kemungkaran hendaklah merubah dengan tangannya, dan apabila tidak mampu, maka hendaklah merubah dengan lisannya, dan apabila tidak mampu, maka dengan hatinya, dan itu adalah selemah-lemah iman.”(HR. Muslim).</p>
<p>4. Hendaklah mereka memperhatikan dakwah kepada tauhid dengan serius. Dan mendahulukannya atas yang lainya, demi mengamalkan sabda Rasulullah -shollallahu alaihi wa sallam-<br />
فَلْيَكًُنْ أَوَّلُ مَا تَدْعُوْهُمْ إِلَيْهِ شَهَادَةَ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ الله</p>
<p>“Jadikanlah pertama kali yang kalian dakwahkan kepada mereka adalah syahadat (kalimat tauhid) la ilaha illallah.”(HR. Bukhari dan Muslim). Dan dalam riwayat lain, Rasulullah n bersabda<br />
إِلَى أَنْ يُوَحِّدُوا اللهََ</p>
<p>“Sampai mereka (benar-benar) mentauhidkan Allah”.(HR. Bukhari).<br />
“Mentauhidkan Allah”, maksudnya adalah : menunggalkan Allah dalam semua jenis ibadah, lebih-lebih dalam hal do’a, karena sabda Rasulullah -shollallahu alaihi wa sallam- :<br />
الدُّعَاءُ هُوَ اْلعِبَادَةُ</p>
<p>“Do’a adalah ibadah.”(HR. Tirmidzi dan beliau berkata : Hadits ini hasan shahih).</p>
<p>Kepada kelompok Ikhwanul Muslimin</p>
<p>IM a.k.a PKS</p>
<p>1. Hendaklah mereka mengajarkan kepada anggota kelompoknya tauhid dan macam-macamnya, yakni ; tauhid rububiyah, tauhid uluhiyah dan tauhid asma dan sifat, karena itu adalah masalah yang sangat urgen yang berpengaruh pada terwujudnya kebahagiaan induvidu maupun masyarakat, daripada sibuk dalam politik praktis dan yang mereka sangka sebagai fiqih waqi’ (realita –ed.). Ini bukan berarti buta dengan keadaan dunia dan manusia, tapi tidak berlebih-lebihan dengannya dan tidak pula menyepelekannya.</p>
<p>2. Hendaklah mereka menjauhi pemikiran-pemikiran sufi yang menyelisihi akidah Islam. Karena banyak kita jumpai dalam kitab-kitab mereka berisi akidah-akidah sufi yang batil :</p>
<p>a. Lihatlah pimpinan mereka di Mesir yaitu Umar Tilmisani yang banyak menyebutkan dalam bukunya “Syahidul Mihrab” akidah-akidah Sufi yang sangat membahayakan. Di samping membolehkan belajar musik.</p>
<p>b. Inilah Sayyid Quthub, menyebutkan dalam kitabnya “Dzilalul Qur’an” akidah sufi wihdatul wujud pada awal surat al-Hadid dan lain sebagainya dari takwil-takwil yang batil.</p>
<p>Dan sungguh saya telah menyampaikannya kepada saudaranya sendiri yaitu Muhammad Qutub agar mengomentari kesalahan-kesalahan akidah, karena ia adalah penanggung jawab penerbitan ” as-Syuruq”, akan tetapi dia menolaknya dan mengatakan : Saudara saya sendiri yang akan menanggungnya. Dan syaikh Abul Lathif Badr penanggung jawab majalah at-Tau’iyah di Mekah menyarankan kepadaku agar saya mendatanginya lagi.</p>
<p>c. Lihatlah “Said Hawa” beliau menyebutkan dalam kitabnya “Tarbiyatuna ar-Ruhiyah” akidah-akidah sufi sebagaimana sudah disebutkan di awal kitab .</p>
<p>d. Dan lihatlah pula “syaikh Muhammad al-Hamid” dari Suria, dia menghadiahkan kepadaku buku yang berjudul “Rudud Ala Abatil”.</p>
<p>Dalam buku ini ada pembahasan-pembahasan yang baik, seperti pengharaman rokok dan lainnya, akan tetapi dia juga menyebutkan bahwa di sana ada Abdal, Aqthab dan Aghwats , tapi tidaklah dinamakan al-Ghauts kecuali apabila bisa dimintai pertolongan !!!.</p>
<p>Padahal meminta kepada al-Ghauts dan al-Aqthab adalah termasuk syirik yang menghapus amalan. Dan ini adalah pemikiran sufi yang batil yang diingkari oleh syariat Islam.</p>
<p>Dan sungguh saya telah meminta kepada anaknya yang bernama Abdurrahman untuk mengoreksi perkataan bapaknya, tapi sayang diapun menolaknya.</p>
<p>3. Jangan sampai mereka dengki kepada saudara-saudara mereka dari salafiyyah yang senantiasa berdakwah kepada tauhid dan memerangi bid’ah serta berhukum kepada al-Qur’an dan sunnah karena mereka adalah saudara. Allah ta’ala berfirman :</p>
<p>“Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara.”(al-Hujurat : 10).<br />
Dan Rasulullah n bersabda :<br />
لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتىَّ يُحِبَّ لأَِخِيْهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ</p>
<p>“Salah seorang di antara kalian tidak beriman sampai ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri”.(HR. Bukhari dan Muslim).</p>
<p>Kepada Salafiyun dan Ansharussunah al-Muhammadiyah</p>
<p>1. Wasiat saya kepada mereka agar senantiasa konsisten dalam berdakwah kepada tauhid dan berhukum dengan apa yang Allah turunkan serta perkara-perkara penting lainnya.</p>
<p>2. Dan agar lemah lembut dalam dakwah mereka bagaimanapun lawan yang dihadapinya. Sebagai aplikasi terhadap firman Allah :</p>
<p>“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik.”(QS. An-Nahl : 125)</p>
<p>Dan firman Allah kepada nabi Musa dan Harun</p>
<p>“Pergilah kamu berdua kepada Fir’aun, sesungguhnya dia telah melampaui batas. Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat atau takut”.(QS. Toha : 43-44).</p>
<p>Dan sabda Rasulullah -shollallahu alaihi wa sallam-<br />
مَنْ يُحْرَمُ الرِّفْقُ يُحْرَمُ الْخَيْرُ كُلُّهُ</p>
<p>“Barangsiapa yang diharamkan baginya lemah lembut, berarti diharamkan baginya seluruh kebaikan”.(HR. Muslim).</p>
<p>3. Hendaklah mereka sabar terhadap gangguan yang menimpa mereka, karena Allah selalu menyertai mereka dengan pertolongan dengan memberikan kekuatan kepada mereka.<br />
Allah ta’ala berfirman :</p>
<p>“Bersabarlah (hai Muhammad) dan tiadalah kesabaranmu itu melainkan dengan pertolongan Allah, dan janganlah kamu bersedih hati terhadap (kekafiran) mereka, dan janganlah kamu bersempit dada terhadap apa yang mereka tipudayakan. Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan.”(QS. An-Nahl : 127-128).</p>
<p>Dan Rasulullah -shollallahu alaihi wa sallam- bersabda :<br />
اَلْمُؤْمِنُ الَّذِي يُخَالِطُ النَّاسَ وَيَصْبِرُ عَلَى أَذَاهُمْ أَفْضَلُ مِنَ الْمُؤْمِنِ الَّذِي لاَيُخَالطُ النَّاسَ وَلاَ يَصْبِرُ عَلَى أَذَاهُمْ</p>
<p>“Seorang mukmin yang bergaul dengan manusia dan sabar atas gangguan mereka lebih utama daripada orang mukmin yang tidak bergaul dengan manusia dan tidak sabar atas gangguan mereka.”.(Hadits shahih riwayat Imam Ahmad dll).</p>
<p>4. Orang-orang salafi jangan sampai beranggapan bahwa jumlah orang-orang yang menyelisihi mereka itu sedikit. Karena Allah ta’ala berfirman :</p>
<p>“ Dan sedikit sekali dari hamba-hamba-Ku yang berterima kasih.”(QS. Saba’ : 13).</p>
<p>Rasulullah -shollallahu alaihi wa sallam- bersabda :<br />
طُوْبَى لِلْغُرَبَاءِ قِيْلَ مَنْ هُمْ يَا رَسُولَ اللهِ ؟ قَالَ : أُنَاسٌ صَالِحُوْنَ قَلِيْلٌ فِي أُنَاسٍ سُوْءٍ كَثِيْرٍ مَنْ يَعْصِيْهِمْ أَكْثَرُ مِمَّنْ يُطِيْعُهُمْ</p>
<p>“Beruntunglah bagi orang-orang yang asing. Rasulullah n ditanya siapa mereka ? Beliau n menjawab : mereka adalah orang-orang shaleh yang sedikit di tengah-tengah manusia yang rusak lagi banyak, yang bermaksiat kepada mereka lebih banyak daripada yang taat kepada mereka”.(HR. Imam Ahmad dan Ibnul Mubarak).</p>
<p>Kepada Hizbut Tahrir</p>
<p>HTI</p>
<p>1. Wasiat saya kepada mereka agar menegakkan hukum Islam dan ajarannya pada diri-diri mereka sebelum menuntut orang lain untuk menegakkannya.</p>
<p>Sekitar 20 tahun yang lalu, pernah ada 2 orang pemuda dari mereka yang mengunjungiku di Syiria, dalam keadaan gundul jenggotnya, dari keduanya tercium bau rokok dan meminta kepadaku diskusi dan bergabung dengan mereka. Maka saya katakan kepada mereka, kalian mencukur jenggot dan menghisap rokok padahal keduanya adalah haram menurut syariat dan kalian juga membolehkan jabat tangan dengan lawan jenis (yang bukan mahramnya –ed), padahal Rasulullah -shollallahu alaihi wa sallam- bersabda :<br />
ِلأَنْ يُطْعَنَ فِي رَأْسِ أَحَدِكُمْ بِمَخِيْطٍ مِنْ حَدِيْدٍ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَمُسَّ امْرَأَةً لاَ تَحِلُّ لَهُ</p>
<p>“Ditusukkannya jarum dari besi pada kepala seorang di antara kalian itu lebih baik daripada menyentuh perempuan yang tidak halal baginya”.(HR. Thabrani).</p>
<p>Kedua pemuda tersebut berkata : Diriwayatkan dalam shahih Bukhari, bahwa Rasulullah n pernah berjabat tangan dengan wanita ketika baiat ?<br />
Maka saya katakan : Tolong besok datangkan kepadaku haditsnya. Maka setelah itu keduanya pergi dan tidak kembali lagi, karena keduanya berbohong. Karena Imam Bukhari sama sekali tidak menyebutkan yang demikian, tapi hanya menyebutkan baiat kepada para wanita dengan tanpa jabat tangan.</p>
<p>Tapi sungguh aneh sebagian Ikhwanul Muslimin –juga- membolehkan jabat tangan dengan lawan jenis (yang bukan mahramnya –ed). Seperti syaikh Muhammad al-Ghazali dan Yusuf al-Qardhawi, sebagaimana yang saya katakan ketika saya berdialog dengannya. Dia berdalih dengan hadits seorang budak yang menarik tangan Rasulullah n agar memenuhi kebutuhannya”.(HR. Bukhari).</p>
<p>Saya katakan : Cara pengambilan dalilnya tidak benar, karena Jariyah (budak perempuan) ketika menarik Rasulullah -shollahu alaihi wa sallam- tidak menyentuh tangannya tapi hanya menyentuh lengan baju yang ada di tangannya, karena ‘Aisyah -radhiallohu anha- berkata :<br />
لاَ، وَاللهِ مَا مَسَّتْ يَدُهُ يَدَامْرَأَةٍ قَطٌ فِي الْمُبَايَعَةِ، مَا بَايَعَهُنَّ إلاَّ بِقَوْلِهِ : قَدْ بَايَعْتُكِ عَلَى ذَلِكَ</p>
<p>“Sekali-kali tidak, demi Allah ”Tangan Rasulullah -shollallahu alaihi wa sallam- tidak pernah menyentuh tangan perempuan sedikitpun dalam baiat. Beliau n tidaklah membaiat mereka (para wanita) kecuali hanya mengatakan : Sungguh saya telah membaiat kamu atas yang demikian itu”.(HR. Bukhari).</p>
<p>Dan Rasulullah -shollallahu alaihi wa sallam- bersabda :<br />
إِنِّي لاَ أُصَافِحُ النِّسَاءَ</p>
<p>“Saya tidak pernah berjabatan tangan dengan perempuan”(HR. Tirmidzi dan beliau berkata : hadits ini hasan shahih).</p>
<p>2. Saya pernah mendengar ceramah seorang syaikh dari Hizbut Tahrir di Yordania yang membicarakan para pemimpin yang tidak berhukum dengan apa yang Allah turunkan. Tapi tatkala saya mendatangi rumahnya, mertuanya mengadu tentang dia kepadaku sambil mengatakan : Sesungguhnya syaikh tadi telah memukul istrinya sampai mengenai matanya dan membekas. Maka saya katakan kepadanya (syaikh) : Sesungguhnya kamu menuntut para pemimpin untuk menegakkan syariat Allah tapi kamu tidak menegakkan syariat dalam rumahmu, apakah benar bahwa engkau telah memukul istrimu sampai mengenai matanya ? maka ia menjawab ; Iya, betul tapi hanya pukulan ringan dengan gelas teh.!!. Maka saya katakan kepadanya : Praktekkanlah Islam pada dirimu dulu, kemudian setelah itu tuntutlah yang lain untuk mempraktekkannya. Karena Rasulullah n pernah ditanya, apa hak istri atas suami ? Beliau menjawab :<br />
أَنْ تَطْعَمَهَا إِذَا طَعِمْتَ وَتَكْسُوَ هَا إِذَا اكْتَسَوْتَ وَلاَ تَضْرِبِ اْلوَجْهَ وَلاَ تُقَبِّحْ وَلاَ تَهْجُرْ إِلاَّ فِي اْلَبيْتِ</p>
<p>“Engkau memberinya makan apabila engkau makan, memberikan baju apabila engkau memakai baju, jangan memukul wajah, jangan menjelek-jelekanya dan jangan engkau menghajr (pisah ranjang) kecuali di dalam rumah”.(Hadits shahih riwayat arba’ah : Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa’i dan Ibnu Majah).</p>
<p>Rasulullah -shollallahu alaihi wa sallam- juga bersabda :<br />
إِذَا ضَرَبَ أَحَدُكُمْ خَادِمَهُ فَلْيَتَّقِ اْلوَجْهَ</p>
<p>“Apabila seseorang diantara kalian memukul budaknya hendaklah menjauhi wajah”.(Hadits hasan riwayat Abu Dawud).</p>
<p>Kepada Jamaah Jihad dll.</p>
<p>1. Nasehat saya kepada mereka agar lembut dalam dakwah dan jihad mereka, lebih-lebih kepada para pemimpin. Sebagaimana firman Allah kepada nabi Musaqketika mengutusnya kepada Fir’aun yang kafir :<br />
“Dan katakanlah (kepada Fir’aun):”Adakah keinginan bagimu untuk membersihkan diri (dari kesesatan)”.(QS. an-Nazi’at : 18).</p>
<p>Dan firman Allah</p>
<p>“Pergilah kamu berdua kepada Fir’aun, sesungguhnya dia telah melampaui batas. Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat atau takut”.(QS. Toha : 43-44).<br />
Dan sabda Rasulullah -shollallahu alaihi wa sallam- :<br />
مَنْ يُحْرَمُ الرِّفْقُ يُحْرَمُ الْخَيْرُ كُلُّهُ</p>
<p>“Barangsiapa yang diharamkan baginya lemah lembut berarti diharamkan baginya seluruh kebaikan.”(HR. Muslim).</p>
<p>2. (Hendaklah –ed) memberikan nasehat kepada para kaum muslimin dan pemimpin mereka, dengan cara membantu mereka dalam kebaikan, mentaati mereka dalam kebaikan, memerintahkan mereka dengan kebaikan, melarang mereka dan mengingatkan mereka dengan lemah lembut dan tidak keluar menghadap mereka dengan pedang (memberontak) apabila berbuat dholim atau jahat. (silahkan telaah ucaan al-Khatabi dalam Syarah Arba’in Haditsan).</p>
<p>Imam abu Ja’far at-Thahawi –penulis kitab Aqidah Thahawiyah- berkata : Kami memandang tidak boleh keluar dari imam dan para pemimpin kita walaupun mereka berbuat dhalim, tidak mendoakan jelek kepada mereka, tidak mencabut tangan dari ketaatan pada mereka dan kami memandang bahwa taat kepada mereka adalah bagian dari ketaatan kepada Allahkdan wajib selama tidak memerintahkan maksiat.</p>
<p>Bahkan kami senantiasa mendoakan kepada mereka dengan kebaikan dan keselamatan.</p>
<p>1. Allah ta’ala berfirman :<br />
“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (nya), dan ulil amri di antara kamu.”(QS. An-Nisa’ : 59).</p>
<p>2. Rasulullah -shollallahu alaihi wa sallam- bersabda :<br />
مَنْ أَطَاعَنِي فَقَدْ أَطَاعَ اللهَ وَمَنْ عَصَانِي فَقَدْ عَصَى اللهَ وَمَنْ يُطِعِ اْلأَمِيْرَ فَقَدْ أَطَاعَنِيْ وَمَنْ يَعْصِ اْلأَمِيْرَ فَقَدْ عَصَانِي</p>
<p>“Barangsiapa yang taat kepadaku maka sungguh ia telah taat kepada Allah. Dan Barangsiapa yang bermaksiat kepadaku, maka sungguh telah bermaksiat kepada Allah, dan barangsiapa taat kepada amir berarti ia taat kepadaku dan barangsiapa bermaksiat kepada amir berarti ia bermaksiat kepadaku”.(HR. Bukhari dan Muslim).</p>
<p>3. Dan dari Abu Dzar –radhiallohu anhu- beliau berkata :<br />
إِنَّ خَلِيْلِيْ أَوْصَانِي أَنْ أَسْمَعَ وَأُطِيْعَ وَإِنْ كَانَ عَبْدًا حَبَشِيًّا مُجَدِّعَ الأطرافِ</p>
<p>“Kekasihku Rasulullah n berwasiat kepadaku agar saya mendengar dan taat kepada pemimpin walaupun ia seorang budak Ethiopia lagi cacat anggota tubuhnya”.(HR. Muslim).</p>
<p>4. Dan Rasulullah -shollallahu alaihi wa sallam- bersabda :<br />
عَلَى الْمَرْءِ السَّمْعُ وَالطَّاعَةُ فِيْمَا أَحَبَّ وَكَرِهَ إِلاَّ أَنْ يُؤْمَرَ بِمَعْصِيَةٍ فَإِنْ أُمِرَ بِمَعْصِِيَةٍ فَلاَ سَمْعَ وَلاَ طَاعَةَ</p>
<p>“Bagi tiap orang wajib mendengar dan taat (kepda pemimpin) pada saat senang dan benci, kecuali apabila diperintah untuk bermaksiat, maka apabila diperintahkan untuk maksiat maka tidak boleh mendengar dan taat”.(HR. Bukhari dan Muslim).</p>
<p>5. Dan dari Khudzaifah bin Yaman –radhiallohu anh- beliau berkata :<br />
كَانَ النَّاسُ يَسْأَلُوْنَ رَسُوْلَ الله  عَنِ الْخَيْرِ، وَكُنْتُ أَسْأَلُهُ عَنِ الشَّرِّ مَخَافَةَ أَنْ يُدْرِكَنِي، فَقُلْتُ : يَا رَسُولَ اللهِ، إِنَّا كُنَّا فِيْ جَاهِلِيَّةٍ وَشَرٍّ فَجَاءَ نَا اللهُ بِهَذَا الْخَيْرِ فَهَلْ بَعْدَ هَذَا الْخَيْرِ مِنْ شَرٍّ ؟ قَالَ : نَعَمْ، فَقُلْتُ : فَهَلْ بَعْدَ ذَلِكَ الشَّرٍّ مِنْ خَيْرٍ ؟ قَالَ : نَعَمْ وَفِيْهِ دَخَنٌ، قَالَ : قُلْتُ : وَمَا دَخَنُهُ ؟ قَالَ : قَوْمٌ يَسْتَنُّونَ بِخَيْرِ سُنَّتِيْ وَيَهْدُوْنَ بِغَيْرِ هَدْيِ تَعْرِفُ مِنْهُمْ وَتُنْكِرُ، فَقُلْتُ : هَلْ بَعْدَ ذَلِكَ الْخَيْرِ مِنْ شَرٍّ ؟ قَالَ : نَعَمْ، دُعَاةٌ عَلَى أَبْوَابِ جَهَنَّمَ مَنْ أَجَابَهُمْ إِلَيْهَا قَذَوْفُوْهُ فِيْهَا. فَقُلْتُ يَا رَسُوْلَ اللهِ صِفْهُمْ لَنَا ؟ قَالَ : نَعَمْ، قَوْمٌ مِنْ جِلْدَ تِنَا يَتَكَلَّمُوْنَ بِأَلْسِنَتِنَا، قُلْتُ : يَا رَسُوْلَ اللهِ فَمَا تَرَى إِذَا أَدْرَكَنِيْ ذَلِكَ ؟ قَالَ : تَلْزَمُ جَمَاعَةَ الْمُسْلِمِيْنَ وَإِمَامَهُمْ. فَقُلْتُ : فَإِنْ لَمْ يَكُنْ لَهُمْ جَمَاعَةٌ وَلاَ إِمَامٌ ؟ قَالَ : فَاعْتَزِلْ تِلْكَ اْلفِرَقَ كُلَّهَا وَلَوْ أَنْ تَعَضَّ عَلَى أَصْلِ شَجَرَةٍ حَتَّى يُدْرِكَكَ الْمَوْتُ وَأَنْتَ عَلَى ذَلِكَ</p>
<p>“Manusia bertanya kepada Rasulullah tentang kebaikan dan saya bertanya kepadanya tentang kejelekan karena khawatir akan menimpaku, saya bertanya : Wahai Rasulullah, kita dahulu berada dalam jahiliyah dan kejelekan, kemudian Allah mendatangkan kebaikan ini kepada kita. Apakah setelah kebaikan ini akan ada kejelekan ? Rasulullah -shollallahu alaihi wa sallam- menjawab : ia ada. Saya bertanya : apakah setelah kejelekan akan datang kebaikan lagi ? Beliau -shollallahu alaihi wa sallam- menjawab : iya ada, tapi didalamnya terdapat dakhan. Saya bertanya : apa dakhannya ? beliau -shollallahu alaihi wa sallam- menjawab : yaitu, ada suatu kaum yang mengambil dengan selain sunnahku dan mengambil petunjuk dengan selain petunjukku. Engkau mengetahui mereka dan engkau mengingkarinya. Saya bertanya : Apakah setelah kebaikan seperti ini akan ada kejelekan ? Beliau -shollallahu alaihi wa sallam- menjawab : iya, yaitu para da’i yang mengajak ke pintu-pintu neraka jahannam. Siapa yang menyambutnya niscaya akan dilemparkan kedalamnya. Saya bertanya : Wahai Rasulullah, jelaskan kepada kita sifat-sifat mereka ? Beliau -shollallahu alaihi wa sallam- menjawab : mereka adalah, kaum dari bangsa kita dan berbicara dengan bahasa kita. Saya bertanya : wahai Rasulullah, bagaimana nasehatmu jika kita mendapati yang demikian itu ? Beliau menjawab : Engkau konsisten bersama jamaah kaum mulimin dan imam mereka. Saya bertanya : Bagaimana jika tidak ada jamaah dan tidak pula imam ? Beliau -shollallahu alaihi wa sallam- menjawab : tinggalkan seluruh firqah-firqah yang ada, walaupun engkau harus menggigit akar pohon sampai ajal menjemputmu dan engkau dalam keadaan demikian”.(HR. Bukhari dan Muslim).</p>
<p>6. Dan Rasulullah -shollallahu alaihi wa sallam- bersabda :<br />
مَنْ رَأَى مِنْ أَمِيْرِهِ شَيْئًايَكْرَهُهُ فَلْيَصْبِرْ، فَأِنَّهُ مَنْ فَارَقَ الْجَمَاعَةَ شِبْرًا فَمَاتَ فَمَيْتَتُهُ جَاهِلِيَّةٌ</p>
<p>“Barangsiapa melihat pada amirnya suatu yang ia benci, hendaklah ia sabar, karena barangsiapa yang memisahkan diri satu jengkal dari jamaah dan ia mati, maka matinya adalah mati jahiliyah.(HR. Bukhari dan Muslim).</p>
<p>7. Dan Rasulullah -shollallahu alaihi wa sallam- bersabda :<br />
خِيَارُ أَئِمَّتِكُمْ الَّذِينَ تُحِبُّوْنَهُمْ وَيُحُِّبوْنَكُمْ وَتُصَلُّوْنَ عَلَيْهِمْ وَيُصَلُّوْنَ عَلَيْكُمْ وَشِرَارُ أَئِمَّتكُمُ الَّّذِيْنَ تَبْغَضُوْنَهُمْ وَيَبْغَضُوْنَكُمْ وَتَلْعَنُوْنَهُمْ وَيَلْعَنُوْنَكُمْ، فَقُلْنَا : يَارَسُولَ اللهِ، أَفَلاَ نُنَابِذُهُمْ بِالسَّيْفِ عِنْدَ ذَلِكَ قَالَ : لاَ، مَاأقَامُوا فِيْكُمُ الصَّلاَةَ إِلاَ مَنْ وُلِّيَ عَلَيْهِ وَالٍ</p>
<p>“Sebaik-baik pimpinan bagi kalian adalah : Pemimpin yang kalian cintai dan merekapun mencintai kalian. Kalian mendoakan mereka dan merekapun mendoakan kalian. Dan sejelek-jelek pemimpin bagi kalian adalah pemimpin yang kalian benci dan merekapun membenci kalian, kalian melaknat mereka dan merekapun melaknat kalian. Kami bertanya : Wahai Rasulullah apakah kita tidak mengangkat pedang (memberontak) saja pada saat demikian ? Beliau n bersabda : jangan memberontak, selama mereka mendirikan sholat bersama kalian. Ketahuilah, barangsiapa yang dipimpin wali (pemimpin) dan ia melihatnya bermaksiat kepada Allah, maka hendaklah Ia membenci maksiat yang dijalankannya, dan jangan sekali-kali mencabut tangan dari mentaatinya”.(HR. Muslim).</p>
<p>8. Dalil-dalil al-Qur’an dan sunnah menunjukkan atas wajib taat kepada ulil amri selama tidak memerintahkan maksiat.<br />
Renungilah firman Allah berikut ini :</p>
<p>“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (nya), dan ulil amri di antara kamu.”(QS. An-Nisa : 59).</p>
<p>Kenapa Allah berfirman “dan taatilah Rasul” dan tidak mengatakan “dan taatilah ulil amri diantara kamu” dengan pengulangan kata kerja taatilah. Ini menunjukkan bahwa ulil amri tidak ditaati dengan sendirinya. Akan tetapi mereka ditaati hanya pada perkara-perkara ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan ini juga menunjukkan bahwa barangsiapa yang taat kepada Rasul n maka sungguh ia taat kepada Allah, karena Rasul -shollallahu alaihi wa sallam- tidak akan memerintahkan yang bukan termasuk ketaatan kepada Allah, karena beliau nadalah maksum (terjaga) dari yang demikian itu. Berbeda halnya dengan penguasa, maka kadang-kadang memerintahkan pada yang bukan ketaatan kepada Allah (maksiat), maka tidak boleh ditaati kecuali pada perkara-perkara yang merupakan ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya.</p>
<p>Adapun perintah untuk taat kepada penguasa walaupun mereka berbuat dhalim, karena keluar dari ketaatan kepada mereka akan mengakibatkan kerusakan yang berlipat ganda dibanding kedhaliman mereka –bahkan sabar dalam menghadapi kedhaliman mereka akan menghapus kesalahan dan dosa dan menyebabkan pahala dilipatgandakan. Karena Allah tidak akan menjadikan mereka sebagai pimpinan kita, kecuali dengan sebab perbuatan kita sendiri, karena balasan adalah sesuai dengan perbuatan. Maka tidak ada jalan lain bagi kita kecuali beristighfar, bertaubat dan memperbaiki amal perbuatan kita.</p>
<p>Allah -subhanahu wa ta’ala- berfirman :</p>
<p>“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)”.(QS. Asy-Syura : 30).</p>
<p>Dan Allah juga berfirman :</p>
<p>“Dan demikianlah Kami jadikan sebagian orang-orang yang zalim itu menjadi teman bagi sebagian yang lain disebabkan apa yang mereka usahakan”.(QS. Al-An’am : 129).</p>
<p>Maka apabila rakyat menginginkan selamat dari keburukan pemimpin yang dhalim, hendaklah mereka meninggalkan kedhaliman .(silahkan lihat Syarah Aqidah ath-Thahawiyah 380-381).</p>
<p>9. Jihad terhadap para pemimpin kaum muslimin. Yang demikian itu dengan cara menyampaikan nasehat kepada mereka dan kepada seluruh jajarannya. Karena sabda Rasulullah -shollallahu alaihi wa sallam- :<br />
الدِّينُ النَّصِيْحَةُ. قُلْنَا : لِمَنْ يَارَسُولَ اللهِ ؟ قَالَ : لِلهِ، وَلِكِتَابِهِ وَلِرَسُولِهِ وَلأَ ئِمَّةِ الْمُسْلِمِينَ وَعَامَّتِهِمْ</p>
<p>“Agama adalah nasehat. Kami (para sahabat) bertanya : untuk siapa wahai Rasulullah ? Beliau menjawab : Untuk Allah, kitab-Nya, Rasul-Nya, para pemimpin kaum muslimin dan mereka pada umumnya”.(HR. Muslimin).</p>
<p>Dan sabda Rasululllah -shollallahu alaihi wa sallam- :<br />
أَفْضَلُ الْجِهَادِ كَلِمَةُ حَقٍ عِنْدَ سُلْطَانٍ جَائِرٍ</p>
<p>“Seutama-utama jihad adalah menyampaikan kalimat kebenaran di sisi pemimpin yang dhalim”.(Hadits hasan riwayat Abu Dawud dan Tirmidzi).</p>
<p>Rasulullah menjelaskan juru selamat dari kedhaliman para hakim yang mereka dari bangsa kita, dan berbicara dengan bahasa kita yaitu dengan cara :</p>
<p>Kaum muslimin bertaubat kepada Rab mereka, memperbaiki akidah mereka dan membina diri serta keluarga mereka di atas Islam yang murni. Sebagai bentuk perwujudan firman Allah ta’ala :</p>
<p>“Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.”(QS. Ar-Ra’d : 11).</p>
<p>Dan inilah yang pernah disinyalir oleh seorang da’i kontemporer dengan ungkapannya : “Tegakkanlah Negara Islam di dada-dada kalian, niscaya akan tegak di bumi kalian”.</p>
<p>Demikian pula, harus dengan cara memperbaiki akidah dalam menegakkan bangunan di atasnya, yaitu masyarakatnya.<br />
Allah ta’ala berfirman :</p>
<p>“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh- sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di muka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik”.(QS. An-Nur : 55).</p>
<p>Nasehat umum kepada seluruh kelompok-kelompok dakwah.</p>
<p>Saya sekarang sudah tua renta, umur saya sekarang telah mencaai 70 tahun, dan saya mengharapkan kebaikan bagi semua kelompok, oleh karena itu untuk mengamalkan hadits Nabi n “agama itu nasehat”, saya ingin menyampaikan beberapa nasehat berikut ini :</p>
<p>1. Agar semua kelompok berpegang teguh dengan al-Qur’an dan sunnah Nabi n sebagai bentuk ketaatan terhadap firman Allah :</p>
<p>“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai..”(QS. Ali Imran : 103).</p>
<p>Dan sabda Rasulullah -shollallahu alaihi wa sallam- :<br />
تَرَكْتُ فِيْكُمْ أَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلُّوْا مَا تَمَسَّكْتُمْ بِهَا كِتَابَ الله وَسنَّةَ رَسُوْلِ اللهِ</p>
<p>“Telah saya tinggalkan kepada kalian 2 perkara, selama kalian berpegang teguh dengan keduanya. Maka tidak akan tersesat, yaitu (kitabullah al-Qur’an dan sunnah Rasulnya n).”(HR. Malik dan dishahihkan oleh al-Albani dalam shahihul jami’).</p>
<p>2. Apabila jama’ah-jamaah yang ada berselisih, hendaknya mereka kembali kepada al-Qur’an dan hadits serta amalan para sahabat.<br />
Sebagaimana firman Allah :</p>
<p>“Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur’an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya”.(QS. An-Nisa : 59).</p>
<p>Dan sabda Rasulullah -shollallahu alaihi wa sallam- :<br />
عَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ الْمَهْدِيِيْنَ تَمَسَّكُوْا بِهَا</p>
<p>“Wasiat atas kalian dengan sunnahku dan sunnahnya para Khulafaur Rasyidin yang mendapat petunjuk, berpegang teguhlah dengannya”(Hadits sahohih riwayat Imam Ahmad).</p>
<p>3. Hendaklah mereka memperhatikan dakwah tauhid yang menjadi prioritas dan pusat perhatian al-Qur’an. Dan Rasulullah -shollallahu alaihi wa sallam- memulai dakwahnya kepada tauhid dan memerintahkan para sahabatnya agar memulai dengannya.</p>
<p>4. Sungguh saya telah masuk dan bergaul dengan kelompok-kelompok dakwah Islam, dan saya lihat bahwa dakwah salafiyahlah yang konsisten dengan al-Qur’an dan sunnah menurut pemahaman salafus shaleh yaitu Rasulullah n para sahabatnya dan para tabiin.</p>
<p>Dan sungguh Rasulullah n telah memberikan isyarat tentang kelompok yang satu ini dalam sabdanya :<br />
أَلاَ إِنَّ مَنْ قَبْلَكُمْ مِنْ أَهْلِ اْلكِتَابِ افْتَرَقُوْا عَلَى ثِنْتَيْنِ وَسَبْعِيْنَ مِلَّةً وَإِنَّ هَذه الْمِلَّةَ سَتَفْتَرِقُ عَلَى ثَلاَثٍ وَسَبْعِيْنَ : ثِنْتَانِ وَسَبْعُوْنَ فِي النَّارِ وَوَاحِدَةٌ فِي الْجَنَّةِ وَهِيَ الْجَمَاعَةُ</p>
<p>“Ketahuilah bahwasanya orang-orang sebelum kamu dari ahli kitab berpecah belah menjadi 72 golongan, dan umat ini akan berpecah belah menjadi 73 golongan, 72 di dalam neraka dan yang 1 di surga yaitu al-Jama’ah”.(HR. Ahmad dan dinyatakan hasan oleh al-Hafidz Ibnu Hajar dan dalam riwayat yang lain).<br />
كُلُّهُمْ فِي النَّارِ إِلاَّ وَاحِدَةٌ : مَا أَنَا عَلَيْهِ وَأَصْحَابِي</p>
<p>“Semua di dalam nereka kecuali satu yaitu apa yang saya dan para sahabatku ada di atasnya”.(HR. Tirmidzi dan di hasankan oleh al-Albani).</p>
<p>Dalam hadits di atas Rasulullah -shollallahu alaihi wa sallam- mengabarkan kepada kita, bahwasanya orang yahudi dan nasrani berpecah belah menjadi banyak kelompok dan umat Islam berpecah belah menjadi lebih banyak dari mereka dan kelompok-kelompok yang banyak ini terancam masuk neraka, karena penyimpangannya dan jauhnya dari kitab Allah dan sunnah nabi-Nya dan bahwasanya hanya satu kelompok yang selamat dari neraka dan masuk surga yaitu al-Jamaah (kelompok yang berpegang teguh dengan al-Qur’an dan sunnah serta amalan para sahabat).</p>
<p>Keistimewaan dakwah salafiyah adalah dakwah kepada tauhid, memerangi syirik, mengetahui hadits-hadits yang shahih dan memperingatkan umat dari hadits yang dhaif (lemah) dan maudu’ (palsu) serta memahami hukum-hukum syariat dengan dalil-dalilnya. Dan ini sungguh sangat penting bagi setiap muslim.<br />
Oleh karena itu saya menasehati seluruh saudara-saudaraku kaum muslimin agar senantiasa konsisten dengan dakwah salafiyah, karena dakwah yang selamat dan kelompok yang mendapat pertolongan, sebagaimana sabda Rasulullah -shollallahu alaihi wa sallam- :<br />
لاَ تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِي ظَاهِرِيْنَ عَلىَ الْحَقِّ لاَيَضُرُّهُمْ مَنْ خَذَلَهُمْ حَتىَّ يَأْتِيَ أَمَرُ اللهِ</p>
<p>“Akan senantiasa ada dari umatku satu kelompok yang tampak di atas kebenaran, tidak memudharatkan mereka orang yang menghinakan mereka sampai datang urusan Allah.”(HR. Muslim).</p>
<p>Mudah-mudahan Allah menjadikan kita termasuk kelompok yang selamat dan mendapat pertolongan.</p>
<p>(Adz-Dzakhiirah Al-Islamiyyah Edisi 38, hal. 4-18)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sutrisnolink.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sutrisnolink.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sutrisnolink.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sutrisnolink.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sutrisnolink.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sutrisnolink.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sutrisnolink.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sutrisnolink.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sutrisnolink.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sutrisnolink.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sutrisnolink.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sutrisnolink.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sutrisnolink.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sutrisnolink.wordpress.com/114/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sutrisnolink.wordpress.com&amp;blog=5429600&amp;post=114&amp;subd=sutrisnolink&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sutrisnolink.wordpress.com/2010/05/02/surat-teruntuk-kelompok-kelompok-dakwah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cc6bfa6a0cca3a38a0d322bac83c1386?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abuzakaria</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SURAT UNTUK IBU</title>
		<link>http://sutrisnolink.wordpress.com/2010/04/20/surat-untuk-ibu/</link>
		<comments>http://sutrisnolink.wordpress.com/2010/04/20/surat-untuk-ibu/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Apr 2010 07:31:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abuzakaria</dc:creator>
				<category><![CDATA[Coretanku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sutrisnolink.wordpress.com/?p=111</guid>
		<description><![CDATA[Kepada yang tercinta Bundaku yang ku sayang Segala puji bagi Allah ta’ala yang telah memuliakan kedudukan kedua orang tua, dan telah menjadikan mereka berdua sebagai pintu tengah menuju surga. Shalawat serta salam, hamba yang lemah ini panjatkan keharibaan Nabi yang mulia, keluarga serta para sahabatnya hingga hari kiamat. Amin… Ibu… aku terima suratmu yang engkau [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sutrisnolink.wordpress.com&amp;blog=5429600&amp;post=111&amp;subd=sutrisnolink&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kepada yang tercinta<br />
Bundaku yang ku sayang</p>
<p>Segala puji bagi Allah ta’ala yang telah memuliakan kedudukan kedua orang tua, dan telah menjadikan mereka berdua sebagai pintu tengah menuju surga. Shalawat serta salam, hamba yang lemah ini panjatkan keharibaan Nabi yang mulia, keluarga serta para sahabatnya hingga hari kiamat. Amin…</p>
<p>Ibu… aku terima suratmu yang engkau tulis dengan tetesan air mata dan duka, dan aku telah membacanya, ya aku telah mengejanya kata demi kata… tidak ada satu huruf pun yang aku terlewatkan.</p>
<p>Tahukah engkau, wahai Ibu, bahwa aku membacanya semenjak shalat Isya’ dan baru selesai membacanya setelah ayam berkokok, fajar telah terbit dan adzan pertama telah dikumandangkan?! Sebenarnyalah surat yang engkau tulis tersebut jika ditaruhkan di atas batu, tentu ia akan pecah, sekiranya diletakkan ke atas daun yang hijau tentu dia akan kering. Sebenarnyalah surat yang engkau tulis tersebut tidak tersudu oleh itik dan tidak tertelan oleh ayam. Sebenarnyalah bahwa suratmu itu bagiku bagaikan petir kemurkaan… bagaikan awan kaum Tsamud yang datang berarak yang telah siap dimuntahkan kepadaku…<br />
<span id="more-111"></span><br />
Ibu…<br />
Aku baca suratmu, sedangkan air mataku tidak pernah berhenti!! Bagaimana tidak, sekiranya surat itu ditulis oleh orang yang bukan ibu dan ditujukan pula bukan kepadaku, layaklah orang mempunyai hati yang keras ketika membaca surat itu menangis sejadi-jadinya. Bagaimana kiranya yang menulis itu adalah bunda dan surat itu ditujukan untuk diriku sendiri!!</p>
<p>Aku sering membaca kisah dan cerita sedih, tidak terasa bantal yang dijadikan tempat bersandar telah basah karena air mata, aku juga sering menangis melihat tangisnya anak yatim atau menitikkan air mata melihat sengsaranya hidup si miskin. Aku acap kali tersentuh dengan suasana yang haru dan keadaan yang memilukan, bahkan pada binatang sekalipun. Bagaimana pula dengan surat yang ibu tulis itu!? Ratapan yang bukan ibu karang atau sebuah drama yang ibu perankan?! Akan tetapi dia adalah sebuah kenyataan…</p>
<p>Bunda yang kusayangi…<br />
Sungguh berat cobaanmu… sungguh malang penderitaanmu… semua yang engkau telah sebutkan benar adanya. Aku masih ingat ketika engkau ditinggal ayah pada masa engkau hamil tua mengandung adikku. Ayah pergi entah kemana tanpa meninggalkan uang belanja, jadilah engkau mencari apa yang dapat dimasak di sekitar rumah dari dedaunan dan tumbuhan. Dengan jalan berat engkau melangkah ke kedai untuk membeli ala kadarnya, sambil engkau membisikkan kepada penjual bahwa apa yang engkau ambil tersebut sebagai hutang dan hendaklah dicatat dulu. Hutang yang engkau sendiri tidak tahu kapan engkau akan dapat melunasinya.</p>
<p>Ibu… aku masih ingat ketika kami anak-anakmu menangis untuk dibuatkan makanan, engkau tiba-tiba menggapai atap dapur untuk mengambil kerak nasi yang telah lama engkau jemur dan keringkan, tidak jarang pula engkau simpan untukku sepulang sekolah tumbung kelapa, hanya untuk melihat aku mengambilnya dengan segera. Atau aku masih ingat, engkau sengaja mengambilkan air didih dari nasi yang sedang dimasak, ketika engkau temukan aku dalam keadaan sakit demam.</p>
<p>Ibu… maafkanlah anakmu ini, aku tahu bahwa semenjak engkau gadis sebagaimana yang diceritakan oleh nenek sampai engkau telah tua sekarang, engkau belum pernah mengecap kebahagiaan. Duniamu hanya rumah serta halamannya, kehidupanmu hanya dengan anak-anakmu. Belum pernah aku melihat engkau tertawa bahagia kecuali ketika kami anak-anakmu datang ziarah kepadamu. Selain dari itu tidak ada kebahagiaan, hari-harimu adalah perjuangan. Semua hidupmu hanya pengorbanan.</p>
<p>Ibu…<br />
Maafkan aku anakmu ini! Semenjak engkau pilihkan untukku seorang istri, wanita yang telah engkau puji sifat dan akhlaknya, yang engkau telah sanjung pula suku dan negerinya!! Engkau katakan ketika itu padaku, “Ambilah ia sebagai istrimu, gadis yang pemalu yang pandai bergaul, cantik dan berakhlak mulia, punya hasab dan nasab!.”<br />
Semenjak itu pula aku seakan-akan lupa denganmu. Keberadaan dia sebagai istriku telah membuatku lupa posisi engkau sebagai ibuku, senyuman dan sapaannya telah membuatku terlena dengan sapaan dan himbauanmu.</p>
<p>Ibu… aku tidak menyalahkan wanita pilihanmu tersebut, karena ia telah menunaikan kewajibannya sebagai istri, terutama perhatiannya dalam berbakti kepadamu, sudah berapa kali ia memintaku untuk menyediakan waktu untuk menziarahimu. Hari yang lalu ia telah buatkan makanan buatmu, akan tetapi aku tidak punya waktu mengantarkannya, hingga makanan itu telah menjadi basi…<br />
Aku berharap pada permasalahan ini engkau tidak membawa-bawa namanya dan mengaitkan kedurhakaanku kepadamu karenanya. Karena selama ini, di mataku dia adalah istri yang baik, istri yang telah berupaya banyak untuk kebahagiaan rumah tangganya.</p>
<p>Ibu…<br />
Ketika seorang laki-laki menikah dengan seorang wanita, maka seolah-olah dia telah mendapatkan permainan baru, seperti anak kecil mendapatkan boneka atau orang-orangan. Sekali lagi maafkan aku! Aku tidaklah membela diriku, karena dari awal dan akhir pembicaraan ini kesalahan ada padaku.. anakmu ini!! Akan tetapi aku ingin menerangkan keadaan yang kualami, perubahan suasana setelah engkau dan aku berpisah dan perubahan jiwa ketika aku tidak hanya mengenal dirimu, tapi kini aku telah mengenal satu wanita lagi.</p>
<p>Ibu… perkawinanku membuatku masuk ke dunia baru, dunia yang selama ini tidak pernah kukenal, dunia yang hanya ada aku, istri dan anakku!! Bagaimana tidak, istri yang baik dan anak-anak yang lucu-lucu!! Maafkan aku Ibu… aku merasa dunia hanya milik kami, aku tidak peduli dengan keadaan orang lain, yang penting bagiku adalah keadaan mereka.</p>
<p>Ibu…<br />
Maafkan aku, anakmu!! Aku telah lalai… aku telah lupa… aku telah menyia-nyiakanmu!! Aku pernah mendengar kajian, bahwa orang tua difitrahkan untuk cinta kepada anaknya, dan anak difitrahkan untuk menyia-nyiakan orang tuanya. Oleh sebab itu dilarang mencintai anak secara berlebihan dan anak dilarang berbuat durhaka kepada orang tuanya.<br />
Itulah yang terjadi pada diriku, wahai Ibu!! Aku seperti orang linglung ketika melihat anakku sakit, aku seperti orang kebingungan ketika melihat anakku diare. Tapi itu sulit, aku rasakan jika hal itu terjadi padamu atau pada ayah!!</p>
<p>Ibu…<br />
Sulit aku merasakan perasaanmu!! Kalaulah bukan karena bimbingan agama yang telah lama engkau talqinkan kepadaku, tentu aku telah seperti kebanyakan anak-anak yang durhaka kepada orang tuanya!! Kalaulah bukan karena baktimu pula kepada orang tuamu dan orang tua ayah, niscaya aku tidak akan pernah mengenal arti bakti kepada orang tua.<br />
Setelah suratmu datang, baru aku mengerti!! Karena selama ini hal itu tidak pernah engkau ungkapkan, semuanya engkau simpan dalam-dalam seperti semua permasalahan berat yang engkau hadapi selama ini.</p>
<p>Sekarang baru aku mengerti, bahwa hari yang sulit bagi seorang ibu, adalah hari di mana anaknya telah menikah dengan seorang wanita. Di matanya wanita yang telah mendampingi putranya itu adalah manusia yang paling beruntung.<br />
Bagaimana tidak!! Dia dapatkan seorang laki-laki yang telah matang pribadi dan matang ekonomi dari seorang ibu yang telah letih membesarkannya. Dengan detak jantungnya ia peroleh kematangan jiwa dan dari uang ibu itu pula ia dapatkan kematangan ekonomi. Sekarang dengan ikhlas dia berikan kepada seorang wanita yang tidak ada hubungannya, kecuali hubungan dua wanita yang saling berebut perhatian seorang laik-laki. Laki-laki sebagai anak dari ibunya dan ia sebagai suami dari istrinya.</p>
<p>Ibuku sayang…<br />
Maafkan aku Ibu!! Ampunkan diriku. Satu tetesan air matamu adalah lautan api bagiku. Janganlah engkau menangis lagi, jangan engkau berduka lagi!! Karena duka dan tangismu menambah dalam jatuhku ke dalam api neraka!! Aku takut Ibu… aku cemas dengan banyaknya dosaku kepada Allah sekarang bertambah pula dengan dosaku terhadapmu. Dengan apa aku ridho Allah, sekiranya engkau tidak meridhoiku. Apa gunanya semua kebaikan sekiranya di matamu aku tidak punya kebaikan!! Bukankah ridho Allah tergantung dengan ridhomu dan sebaliknya bukankah kemurkaan Allah tergantung dengan kemurkaanmu!! Tahukah engkau Ibu, seburuk-buruknya diriku, aku masih merasakan takut kepada murka Allah!! Apalah jadinya hidup jika hidup penuh dengan murka dan laknat serta jauh dari berkah dan nikmat.</p>
<p>Kalau akan murka itu pula yang aku peroleh, izinkan aku membuang semua kebahagiaanku selama ini, demi hanya untuk dapat menyeka air matamu! Kalau akan engkau pula murka kepadaku, izinkan aku datang kepadamu membawa segala yang aku miliki lalu menyerahkannya kepadamu, lalu terserah engkau, mau engkau perbuat apa?!<br />
Sungguh aku tidak mau masuk neraka! Seakalipun -wahai Bunda- aku memiliki kekuasaan seluas kekuasaan Firaun, mempunyai kekayaan sebanyak kekayaan Qarun dan mempunyai keahlian setinggi ilmu Haman. Pastikan wahai Bunda tidak akan aku tukar dengan kesengsaraan di akherat sekalipun sesaat. Siapa pula yang tahan dengan azab neraka, wahai Bunda!!</p>
<p>Ibu maafkan anakmu!! Adapun sebutanmu tentang keluhan dan pengaduan kepada Allah ta’ala, bahwa engkau belum mau mengangkatnya ke langit!! Maka, ampun, wahai Ibu!! Aku angkat seluruh jemariku dan sebelas dengan kepala untuk mohon maaf kepadamu!! Kalaulah itu yang terjadi, do’a itu tersampaikan! Salah ucap pula lisanmu!! Apalah jadinya nanti diriku!! Tentu kebinasaan yang telak. Tentu diriku akan menjadi tunggul yang tumbang disambar petir, apalah gunanya kemegahan sekiranya engkau do’akan atasku kebinasaan, tentu aku akan menjadi pohon yang tidak berakar ke bumi dan dahannya tidak bisa sampai ke langit, di tengahnya dimakan kumbang pula!!<br />
Kalaulah do’amu terucap atasku, wahai Ibu!! maka, tidak ada lagi gunanya hidup, tidak ada lagi gunanya kekayaan, tidak ada lagi gunanya banyak pergaulan.<br />
Ibu dalam sejarah anak manusia yang kubaca, tidak ada yang bahagia setelah kena kutuk orang tuanya. Itu di dunia, maka aku tidak dapat bayangkan bagaimana nasib bagi yang terkena kutuk di akherat, tentu lebih sengsara.</p>
<p>Ibu… setelah membaca suratmu, baru aku menyadari kekhilafan, kealfaan dan kelalaianku. Suratmu akan kujadikan “jimat” dalam hidupku, setiap kali aku lalai dalam berkhidmat kepadamu akan aku baca ulang kembali, tiap kali aku lengah darimu akan kutalqin diriku dengannya. Akan kusimpan dalam lubuk hatiku sebelum aku menyimpannya dalam kotak wasiatku. Akan aku sampaikan kepada anak keturunanku bahwa ayah mereka dahulu pernah lalai dalam berbakti, lalu sadar dan kembali kepada kebenaran, ayah mereka pernah berbuat salah, sehingga ia telah menyakiti hati orang yang seharusnya ia cintai, lalu ia kembali kepada petunjuk.</p>
<p>Tua… siapa yang tidak mengalami ketuaan, wahai Bunda!! Badanku yang saat ini tegap, rambutku hitam, kulitku kencang, akan datang suatu masa badan yang tegap itu akan ringkih dimakan usia, rambut yang hitam akan dipenuhi uban ditelan oleh masa dan kulit yang kencang itu akan menjadi keriput ditelan oleh zaman.<br />
Burung elang yang terbang di angkasa, tidak pernah bermain kecuali di tempat yang tinggi, suatu saat nanti dia akan jatuh jua, dikejar dan diperebutkan oleh burung kecil lainnya. Singa si raja hutan yang selalu memangsa, jika telah tiba tuanya, dia akan dikejar-kejar oleh anjing kecil tanpa ada perlawanan. Tidak ada kekuasaan yang kekal, tidak ada kekayaan yang abadi, yang tersisa hanya amal baik atau amal buruk yang akan dipertanggungjawabkan.</p>
<p>Ibu, do’akan anakmu ini agar menjadi anak yang berbakti kepadamu di masa banyak anak yang durhaka kepada orang tuanya. Angkatlah ke langit munajatmu untukku agar aku akan memperoleh kebahagiaan abadi di dunia dan di akherat.</p>
<p>Ibu… sesampainya suratku ini, insya Allah, tidak akan ada lagi air mata yang jatuh karena ulah anakmu, setelah ini tidak ada lagi kejauhan antaraku denganmu, bahagiamu adalah bahagiaku, kesedihanmu adalah kesedihanku, tawamu adalah tawaku dan tangismu adalah tangisku. Aku berjanji untuk selalu berbakti kepadamu buat selamanya dan aku berharap aku dapat membahagiakanmu selama mataku masih berkedip.<br />
Bahagiakanlah dirimu… buanglah segala kesedihan, cobalah tersenyum!! Ini kami, aku, istri, dan anak-anak sedang bersiap-siap untuk bersimpuh di hadapanmu, mencium tanganmu.<br />
Salam hangat dari anakmu.</p>
<p>Sumber: Diketik ulang dari buku ‘Kutitip Surat Ini Untukmu’ karya Ustadz Armen Halim Naro, Lc rahimahullah<br />
Diambil dari: http://dwiheriyanto.wordpress.com/2008/07/24/surat-balasan-untuk-ibu/</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sutrisnolink.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sutrisnolink.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sutrisnolink.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sutrisnolink.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sutrisnolink.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sutrisnolink.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sutrisnolink.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sutrisnolink.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sutrisnolink.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sutrisnolink.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sutrisnolink.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sutrisnolink.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sutrisnolink.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sutrisnolink.wordpress.com/111/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sutrisnolink.wordpress.com&amp;blog=5429600&amp;post=111&amp;subd=sutrisnolink&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sutrisnolink.wordpress.com/2010/04/20/surat-untuk-ibu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cc6bfa6a0cca3a38a0d322bac83c1386?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abuzakaria</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>surat ibu..</title>
		<link>http://sutrisnolink.wordpress.com/2010/04/19/surat-ibu/</link>
		<comments>http://sutrisnolink.wordpress.com/2010/04/19/surat-ibu/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Apr 2010 15:55:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abuzakaria</dc:creator>
				<category><![CDATA[Coretanku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sutrisnolink.wordpress.com/?p=109</guid>
		<description><![CDATA[Anakku…. Ini surat dari ibu yang tersayat hatinya. Linangan air mata bertetesan deras menyertai tersusunnya tulisan ini. Aku lihat engkau lelaki yang gagah lagi matang. Bacalah surat ini. Dan kau boleh merobek-robeknya setelah itu, seperti saat engkau meremukkan kalbuku sebelumnya. Sejak dokter mengabari tentang kehamilan, aku berbahagia. Ibu-ibu sangat memahami makna ini dengan baik. Awal [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sutrisnolink.wordpress.com&amp;blog=5429600&amp;post=109&amp;subd=sutrisnolink&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Anakku….<br />
Ini surat dari ibu yang tersayat hatinya. Linangan air mata bertetesan deras menyertai tersusunnya tulisan ini. Aku lihat engkau lelaki yang gagah lagi matang. Bacalah surat ini. Dan kau boleh merobek-robeknya setelah itu, seperti saat engkau meremukkan kalbuku sebelumnya.</p>
<p>Sejak dokter mengabari tentang kehamilan, aku berbahagia. Ibu-ibu sangat memahami makna ini dengan baik. Awal kegembiraan dan sekaligus perubahan psikis dan fisik. Sembilan bulan aku mengandungmu. Seluruh aktivitas aku jalani dengan susah payah karena kandunganku. Meski begitu, tidak mengurangi kebahagiaanku. Kesengsaraan yang tiada hentinya, bahkan kematian kulihat didepan mataku saat aku melahirkanmu. Jeritan tangismu meneteskan air mata kegembiraan kami.<br />
<span id="more-109"></span><br />
Berikutnya, aku layaknya pelayan yang tidak pernah istirahat. Kepenatanku demi kesehatanmu. Kegelisahanku demi kebaikanmu. Harapanku hanya ingin melihat senyum sehatmu dan permintaanmu kepada Ibu untuk membuatkan sesuatu.</p>
<p>Masa remaja pun engkau masuki. Kejantananmu semakin terlihat, Aku pun berikhtiar untuk mencarikan gadis yang akan mendampingi hidupmu. Kemudian tibalah saat engkau menikah. Hatiku sedih atas kepergianmu, namun aku tetap bahagia lantaran engkau menempuh hidup baru.</p>
<p>Seiring perjalanan waktu, aku merasa engkau bukan anakku yang dulu. Hak diriku telah terlupakan. Sudah sekian lama aku tidak bersua, meski melalui telepon. Ibu tidak menuntut macam-macam. Sebulan sekali, jadikanlah ibumu ini sebagai persinggahan, meski hanya beberapa menit saja untuk melihat anakku.</p>
<p>Ibu sekarang sudah sangat lemah. Punggung sudah membungkuk, gemetar sering melecut tubuh dan berbagai penyakit tak bosan-bosan singgah kepadaku. Ibu semakin susah melakukan gerakan.</p>
<p>Anakku…<br />
Seandainya ada yang berbuat baik kepadamu, niscaya ibu akan berterima kasih kepadanya. Sementara Ibu telah sekian lama berbuat baik kepada dirimu. Manakah balasan dan terima kasihmu pada Ibu ? Apakah engkau sudah kehabisan rasa kasihmu pada Ibu ? Ibu bertanya-tanya, dosa apa yang menyebabkan dirimu enggan melihat dan mengunjungi Ibu ? Baiklah, anggap Ibu sebagai pembantu, mana upah Ibu selama ini ?</p>
<p>Anakku..<br />
Ibu hanya ingin melihatmu saja. Lain tidak. Kapan hatimu memelas dan luluh untuk wanita tua yang sudah lemah ini dan dirundung kerinduan, sekaligus duka dan kesedihan ? Ibu tidak tega untuk mengadukan kondisi ini kepada Dzat yang di atas sana. Ibu juga tidak akan menularkan kepedihan ini kepada orang lain. Sebab, ini akan menyeretmu kepada kedurhakaan. Musibah dan hukuman pun akan menimpamu di dunia ini sebelum di akhirat. Ibu tidak akan sampai hati melakukannya,</p>
<p>Anakku…<br />
Walaupun bagaimanapun engkau masih buah hatiku, bunga kehidupan dan cahaya diriku…</p>
<p>Anakku…<br />
Perjalanan tahun akan menumbuhkan uban di kepalamu. Dan balasan berasal dari jenis amalan yang dikerjakan. Nantinya, engkau akan menulis surat kepada keturunanmu dengan linangan air mata seperti yang Ibu alami. Di sisi Allah, kelak akan berhimpun sekian banyak orang-orang yang menggugat.</p>
<p>Anakku..<br />
Takutlah engkau kepada Allah karena kedurhakaanmu kepada Ibu. Sekalah air mataku, ringankanlah beban kesedihanku. Terserahlah kepadamu jika engkau ingin merobek-robek surat ini. Ketahuilah, “Barangsiapa beramal shalih maka itu buat dirinya sendiri. Dan orang yang berbuat jelek, maka itu (juga) menjadi tanggungannya sendiri”.</p>
<p>Anakku…<br />
Ingatlah saat engkau berada di perut ibu. Ingat pula saat persalinan yang sangat menegangkan. Ibu merasa dalam kondisi hidup atau mati. Darah persalinan, itulah nyawa Ibu. Ingatlah saat engkau menyusui. Ingatlah belaian sayag dan kelelahan Ibu saat engkau sakit. Ingatlah ….. Ingatlah…. Karena itu, Allah menegaskan dengan wasiat : “Wahai, Rabbku, sayangilah mereka berdua seperti mereka menyayangiku waktu aku kecil”.</p>
<p>Anakku…<br />
Allah berfirman: “Dan dalam kisah-kisah mereka terdapat pelajaran bagi orang-orang berakal” [Yusuf : 111]</p>
<p>Pandanglah masa teladan dalam Islam, masa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam masih hidup, supaya engkau memperoleh potret bakti anak kepada orang tua.﻿</p>
<p>sumber:kaskus</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sutrisnolink.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sutrisnolink.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sutrisnolink.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sutrisnolink.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sutrisnolink.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sutrisnolink.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sutrisnolink.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sutrisnolink.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sutrisnolink.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sutrisnolink.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sutrisnolink.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sutrisnolink.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sutrisnolink.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sutrisnolink.wordpress.com/109/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sutrisnolink.wordpress.com&amp;blog=5429600&amp;post=109&amp;subd=sutrisnolink&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sutrisnolink.wordpress.com/2010/04/19/surat-ibu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cc6bfa6a0cca3a38a0d322bac83c1386?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abuzakaria</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Setetes Faedah dari Lautan Faedah Surat Al Fatihah</title>
		<link>http://sutrisnolink.wordpress.com/2010/03/22/setetes-faedah-dari-lautan-faedah-surat-al-fatihah/</link>
		<comments>http://sutrisnolink.wordpress.com/2010/03/22/setetes-faedah-dari-lautan-faedah-surat-al-fatihah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Mar 2010 02:40:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abuzakaria</dc:creator>
				<category><![CDATA[Coretanku]]></category>
		<category><![CDATA[Mutiara Hikmah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sutrisnolink.wordpress.com/?p=106</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdulillah wassalamu ‘ala Rosulullah. Surat Al Fatihah adalah surat yang paling sering dibaca oleh kaum muslimin, minimal dalam sehari 17 kali sebanyak rekaat sholat wajibnya. Namun kiranya hanya sedikit dari kaum muslimin yang menetahui ma’na sekaligus faedah-faedah didalamnya. Bahkan sebagian orang membuat bid’ah atasnya yaitu dengan membacanya sebelum khutbah, di akhir do’a,dan pada acara-acara tertentu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sutrisnolink.wordpress.com&amp;blog=5429600&amp;post=106&amp;subd=sutrisnolink&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Alhamdulillah wassalamu ‘ala Rosulullah. Surat Al Fatihah adalah surat yang paling sering dibaca oleh kaum muslimin, minimal dalam sehari 17 kali sebanyak rekaat  sholat wajibnya. Namun kiranya hanya sedikit dari kaum muslimin yang menetahui ma’na sekaligus faedah-faedah didalamnya. Bahkan sebagian orang membuat bid’ah atasnya yaitu dengan membacanya sebelum khutbah, di akhir do’a,dan pada  acara-acara tertentu yang mana pemimpinnya mengatakan “Al Faatihah&#8230;”maksudnya bacalah al Fatihah,   serta  amalan menyimpang lainnya.<br />
 Pada kesempatan ini, lewat artikel yang ringkas ini kita akan <span id="more-106"></span>berusaha mengupas diantara faedah dari Surat Al-Fatihah. Artikel ini merujuk pada Tafsir Surat Al-Fatihah oleh Syaikh Al Alamah Muhammad bin Sholeh Al Utsaimin-rahimahullah- dari kitab beliau Tafsir Juz Amma.<br />
Al Qur’an adalah tali-Nya yang kuat dan jalan-Nya yang lurus. Allah berfirman dalam QS Al Ma’idah 15-16 :<br />
قَدْ جَاءكُم مِّنَ اللّهِ نُورٌ وَكِتَابٌ مُّبِينٌ. يَهْدِي بِهِ اللّهُ مَنِ اتَّبَعَ رِضْوَانَهُ سُبُلَ السَّلاَمِ<br />
“..Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan Kitab yang menerangkan . Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keredhaan-Nya ke jalan keselamatan..”<br />
Kitab yang menjelaskan segala sesuatu sebagaimana  FirmaNya :<br />
وَنَزَّلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ تِبْيَاناً لِّكُلِّ شَيْءٍ وَهُدًى وَرَحْمَةً وَبُشْرَى لِلْمُسْلِمِينَ<br />
“Dan Kami turunkan kepadamu Al Kitab (Al Qur&#8217;an) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri.” (An Nahl 89)<br />
Allah menurunkan Al Qur’an dan memerintakan kita berkaitan dengannya beberapa perkara :<br />
1.	Beribadah dengan membacanya.<br />
2.	Mentadaburi ma’na-ma’nanya.<br />
3.	Menjadikannya sebagai nasehat<br />
Adalah hal yang tidak mungkin bagi seseorang untuk mengambil pelajaran dari al Qur’an kecuali dengan mengatahui maknanya. Untuk itu seyogyanya kita berusaha mengetahui arti serta makna yang terkandung didalam al Qur’an dengan ilmu dan penuh keyakinan. Jangan samapai kita hanya membacanya namun tidak mengetahui arti serta maknanya sehingga dalam memahaminya hanya sekedar perkiraan atau persangkaan semata. Allah berfirman :<br />
وَمِنْهُمْ أُمِّيُّونَ لاَ يَعْلَمُونَ الْكِتَابَ إِلاَّ أَمَانِيَّ وَإِنْ هُمْ إِلاَّ يَظُنُّونَ<br />
“Dan diantara mereka ada yang buta huruf, tidak mengetahui Al Kitab (Taurat), kecuali dongengan bohong belaka dan mereka hanya menduga-duga .”(Al Baqoroh 78)</p>
<p>Tentang surat Al Fatihah :<br />
Surat ini disebut dengan surat Al Fatihah karena al Qur’an dimulai dengannya . Ada juga yang mengatakan karena ia surat yang pertama kali diturunkan secara sempurna. Surat ini mengandung sebagian besar makna al Qur’an dalam masalah aqidah, tauhid, hukum, penjelasan balasan amalan, jalan yang ditempuh manusia dan masalah yang lainya untuk itu surat ini disebut dengan Ummul Qur’an.<br />
Ayat  yang pertama*:<br />
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ  </p>
<p> “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”. (Al  Fatihah 1)<br />
Faedah dari ayat ini :<br />
1.	Tabaruk (mengharapkan berkah) dengan mendahulukan penyebutan nama Allah.<br />
Sehingga sebagaimana yang kita ketahui banyak diantara do’a-do’a yang diajarkan rosulullah mengandung/ didahului lafadz basmalah sebagaimana do’an sebelum makan, sebelum wudhu, saat masuk maupun keluar rumah, saat menyembelih dan pada beberapa hal lainya. Rosulullah berkata pada seorang anak kecil saat hendak makan: “wahai anak sebutlah nama Allah makanlah dengan tangan kananmu dan makanlah dari yang terdekat darimu..”<br />
2.	Berfaedah pembatasan, yaitu membatasi hanya dengan nama Allahlah kita melakukan suatu perkerjaan. Misalkan saat makan dengan sebelumnya membaca bismillah hal ini seolah-olah anda mengatkan “Saya tidak makan dengan nama seorang pun yang saya harapkan berkah dan pertolongannya kecuali nama Allah”<br />
Ayat  yang kedua:<br />
الْحَمْدُ للّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ<br />
“Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.”  (Al  Fatihah 2)<br />
Firman Allah “الْحَمْدُ” adalah sifat bagi yang dipuji dengan kesempurnaan disertai rasa cinta dan pengagungan. Kesempurnaan pada zat, sifat, dan perbuatan.<br />
Faedah dari ayat ini :<br />
1.	Penetapan adanya pujian yang sempurna bagi Allah.<br />
2.	Allah berhak secara khusus pujian dari segala sisi. Oleh karena itu saat mendapat sesuatu yang menyenangkan Rosulullah berdo’a :<br />
Alhamdulillahilladzii bini&#8217;matihi tatimmush shalihaat.<br />
“Segala  puji bagi Allah, dengan nikmatnya sempurna kebaikan-kebaikan.. “<br />
Sedang saat mendapat musibah atau sesuatu yang tidak disenangi berdo’a :<br />
Alhamdulillah ‘ala kulli hal..<br />
“ Segala puji bagi Allah atas segala sesuatu..”<br />
Ayat  yang ketiga:<br />
الرَّحْمـنِ الرَّحِيمِ<br />
“ Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.” (Al  Fatihah 3)<br />
Ar Rahman maksudnya memiliki rahmat yang luas. Sedang Ar Rahim bermakna memiliki rahmat yang sampai.<br />
Faedah dari ayat ini :<br />
1.	Penetapan dua nama  yang mulia yaitu arrahman dan Ar Rohim bagi Allah serta menetapkan kandugannya berupa rahman berupa sifat serta perbuatanNya.<br />
2.	Rububiyah Allah dibangun rahmat yang luas. Sehingga kita dapatkan dalam hukum-hukumnya berbagai kemudahan yang diberikan pada manusia.</p>
<p>Ayat  yang keempat:<br />
مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ<br />
“Yang menguasai di Hari Pembalasan “ (Al  Fatihah 3)<br />
Lafadz ini adalah sifat dari اللهِ , ada dua cara membacanya yaitu مَلِكِ bermakna raja dan مَالِكِ bermakna pemilik. Kedua maknanya adalah benar.<br />
Faedah dari ayat ini :<br />
1.	Penetapan kerajaan bagi Allah di akhirat. Bukan berarti saat di dunia tidak demikian,kerajaan Allah meliputi dunia dan akhirat. Namun sebagaimana yang kita ketahui di dunia ini sebagian manusia lalai dari mengakui kerajaan-Nya namun tidak demikian di akhirat nanti semua mengakui hanya milikNya kerajaan serta kekuasaan.<br />
2.	Hendaknya manusia beramal untuk mempersiapkan diri sebagai bekal di akhirat.</p>
<p>Ayat  yang kelima:<br />
إِيَّاكَ نَعْبُدُ وإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ<br />
“Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan. “ (Al  Fatihah 4)<br />
Maksudnya kami tidak memohon petolongan untuk melakukan ibadah dan selainya kecuali hanya kepada Allah<br />
Faedah dari ayat ini :<br />
1.	Mengikhaskan ibadah hanya pada Allah diambil dari lafadz ” إِيَّاكَ نَعْبُدُ”<br />
2.	Mengikhalskan permohonan pertolongan hanya kepada Allah “وإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ”. isti’anah ada dua yaitu tafwidz dan musyarokah. Isti’anah tafwidz ialah bersandar kepada Allah dan berlepas diri dari kemampuan serta kekuatan selainNya. Adapun isti’ana musyarokah maknanya bersama-sama dalam hal yang ingin engkau kerjakan. Untuk jenis yang kedua ini maka tidak maengapa kita minta pertolongan pada selain Allah yang kita lihat mampu melakukannya sebagaimana Firman Allah :<br />
..وَتَعَاوَنُواْ عَلَى الْبرِّ وَالتَّقْوَى ..<br />
“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa..”(Al Maidah 2)<br />
Ayat  yang kelima:<br />
اهدِنَــــا الصِّرَاطَ المُستَقِيمَ<br />
“ Tunjukilah kami jalan yang lurus.”(Al  Fatihah 5)<br />
Yang dimaksud shirat adalah jalan, sedang yang dimaksud hidayah disini adalah irsyad (petunjuk) maupun taufiq. Jadi dengan ucapan ini kita memohon kepada Allah hidayah berupa irsyad dan taufiq yang makannya kita memohon ilmu yang bermanfaat dan amal shalih dengan taufiqNya.<br />
Faedah dari ayat ini :<br />
1.	Perlunya berlindung kepada Allah setelah beribadah. Ayat sebelumnya berkaitan tentang ibadah sedang ayat ini memberi tuntunan agar kita memohon hidayahnya agar tetap dijalan yang lurus saat beribadah.<br />
2.	Jalan itu terbagi menjadi dua jalan yang lurus dan bengkok. Hendaknya kita senantiasa hati agar tetap diatas jalan yang lurus dan terhidar dari jalan yang bengkok.<br />
Ayat  yang ketujuh:<br />
صِرَاطَ الَّذِينَ أَنعَمتَ عَلَيهِمْ غَيرِ المَغضُوبِ عَلَيهِمْ وَلاَ الضَّالِّينَ<br />
 (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri ni&#8217;mat kepada mereka, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.  (Al  Fatihah 7)<br />
Lafadz ini adalah athof bayan (penjelas)dari ayat sebelumnya yang menjelaskan lebih rinci hakekat dari  jalan yang lurus yang kita minta. Yang dimaksud dengan dengan orang-orang yang diberi nikmat disebutkan oleh Allah dalam firmanNya:<br />
وَمَن يُطِعِ اللّهَ وَالرَّسُولَ فَأُوْلَـئِكَ مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللّهُ عَلَيْهِم مِّنَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاء وَالصَّالِحِينَ وَحَسُنَ أُولَـئِكَ رَفِيقاً<br />
“Dan barangsiapa yang menta&#8217;ati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi ni&#8217;mat oleh Allah, yaitu : Nabi-nabi, para shiddiiqiin , orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. “(An Nisa’ 69)<br />
Sedang yang dimaksud “المَغضُوبِ” adalah orang yahudi dan siapa saja yang mengetahui kebenaran namun tidak melaksankan atau bahkan mengingkarinya. Sedang yang dimaksud ” الضَّالِّين” adalah orang nashoro dan siapa saja yang mengerjakan selain kebenaran karena dia tidak mengetahuinya. Dia beramal tanpa ilmu. Adapun seorang muslim adalah orang yang berilmu dan beramal diatas ilmunya. Tidaklah dia beramal kecuali setelah memiliki ilmu atasnya dan tidaklah dia berilmu kecuali ia senantiasa berusaha untuk mengamalkannya.<br />
Faedah dari ayat ini :<br />
1.	Penyebutan yang rinci setelah global, dan ini adalah metode yang mulia dimana jiwa-jiwa jika dating sesuatu yang global ia akan menunggu rincian serta penjelasannya.<br />
2.	Penyandaran nikmat hanya kepada Allah.<br />
3.	Terbaginya manusia menjadi 3 golongan<br />
4.	Didahulukan golongan yang parah terlebih dahulu yaitu orang yang dimurkai (yahudi)karena mereka yang paling besar penyelisihanya dibanding orang-orang yang sesat. Orang yang menyelisihi dalam keadaan mengetahui lebih sulit untuk bertaubat/menerima kebenaran dibanding orang yang menyelisihi dalam keadaan tidak mengetahui.<br />
Sebenarnya begitu luas makna dan faedah yang terkandung dalam surat al Fatihah namun karena keterbatasan ilmu yang kami miliki tak mungkin bagi kami menyampaikan semuanya. Semoga yang sedikit ini dapat member manfaat dan menambah kekhusukan kita dalam membaca surat ini. Sholawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi kita Muhammad.<br />
Surabaya, 7 Maret 2009<br />
Abu Zakariya Sutrisno<br />
*) Berkaitan dengan apakah bismillah termasuk ayat dari surat al fatihah dapat anda lihat dalam tafsir al Fatihah oleh syaikh Utsaimin. Beliau mengambil kesimpulan basmalah tidak termasuk ayat dari surat al-Fatihah , silahkan simak paparan beliau. </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sutrisnolink.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sutrisnolink.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sutrisnolink.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sutrisnolink.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sutrisnolink.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sutrisnolink.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sutrisnolink.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sutrisnolink.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sutrisnolink.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sutrisnolink.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sutrisnolink.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sutrisnolink.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sutrisnolink.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sutrisnolink.wordpress.com/106/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sutrisnolink.wordpress.com&amp;blog=5429600&amp;post=106&amp;subd=sutrisnolink&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sutrisnolink.wordpress.com/2010/03/22/setetes-faedah-dari-lautan-faedah-surat-al-fatihah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cc6bfa6a0cca3a38a0d322bac83c1386?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abuzakaria</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Rindu Teman2 Rohis SMA N 1 Sukoharjo</title>
		<link>http://sutrisnolink.wordpress.com/2010/03/01/rindu-teman2-rohis-sma-n-1-sukoharjo/</link>
		<comments>http://sutrisnolink.wordpress.com/2010/03/01/rindu-teman2-rohis-sma-n-1-sukoharjo/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Mar 2010 01:43:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abuzakaria</dc:creator>
				<category><![CDATA[Coretanku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sutrisnolink.wordpress.com/?p=100</guid>
		<description><![CDATA[Waktu terus saja berjalan, tak pernah sedetik juapun mengeluh dan melamban&#8230;saat perpisahan datang menjelang, saat ucapan perpisahan harus terucap, saat masing-masing harus menjalani takdirnya, semua tinggal cerita, tak lebih dari seuntai kenangan…Rindu Teman2 Rohis SMA N 1 Sukoharjo dimana kalian sekarang wahai saudara dan saudariku..<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sutrisnolink.wordpress.com&amp;blog=5429600&amp;post=100&amp;subd=sutrisnolink&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Waktu terus saja berjalan, tak pernah sedetik juapun mengeluh dan melamban&#8230;saat perpisahan datang menjelang, saat ucapan perpisahan harus terucap, saat masing-masing harus menjalani takdirnya, semua tinggal cerita, tak lebih dari seuntai kenangan…Rindu Teman2 Rohis SMA N 1 Sukoharjo dimana kalian sekarang wahai saudara dan saudariku..</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sutrisnolink.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sutrisnolink.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sutrisnolink.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sutrisnolink.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sutrisnolink.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sutrisnolink.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sutrisnolink.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sutrisnolink.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sutrisnolink.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sutrisnolink.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sutrisnolink.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sutrisnolink.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sutrisnolink.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sutrisnolink.wordpress.com/100/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sutrisnolink.wordpress.com&amp;blog=5429600&amp;post=100&amp;subd=sutrisnolink&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sutrisnolink.wordpress.com/2010/03/01/rindu-teman2-rohis-sma-n-1-sukoharjo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cc6bfa6a0cca3a38a0d322bac83c1386?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abuzakaria</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Thaybah SMS Center : Akhlaq</title>
		<link>http://sutrisnolink.wordpress.com/2010/02/21/thaybah-sms-center-akhlaq/</link>
		<comments>http://sutrisnolink.wordpress.com/2010/02/21/thaybah-sms-center-akhlaq/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Feb 2010 10:30:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abuzakaria</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mutiara Hikmah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sutrisnolink.wordpress.com/?p=93</guid>
		<description><![CDATA[Dawud Ath Tho&#8217;i : &#8220;Aku melihat semua kebaikan hanya dapat diwujudkan dengan niat yang baik dan sudah cukup bagimu beroleh kebaikan dari niat yang baik meski kau tidak susah payah . karena sesungguhnya yang engkau hasilkan dari niat yang baik adalah terhimpunya tekadmu karena Allah dan terusirnya hawa nafsu dari kalbumu&#8230; dan ini adalah sesuatu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sutrisnolink.wordpress.com&amp;blog=5429600&amp;post=93&amp;subd=sutrisnolink&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dawud Ath Tho&#8217;i : &#8220;Aku melihat semua kebaikan hanya dapat diwujudkan dengan niat yang baik dan sudah cukup bagimu beroleh kebaikan dari niat yang baik meski kau tidak susah payah . karena sesungguhnya yang engkau hasilkan dari niat yang baik adalah terhimpunya tekadmu karena Allah dan terusirnya hawa nafsu dari kalbumu&#8230; dan ini adalah sesuatu yang besar&#8221; </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sutrisnolink.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sutrisnolink.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sutrisnolink.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sutrisnolink.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sutrisnolink.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sutrisnolink.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sutrisnolink.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sutrisnolink.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sutrisnolink.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sutrisnolink.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sutrisnolink.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sutrisnolink.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sutrisnolink.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sutrisnolink.wordpress.com/93/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sutrisnolink.wordpress.com&amp;blog=5429600&amp;post=93&amp;subd=sutrisnolink&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sutrisnolink.wordpress.com/2010/02/21/thaybah-sms-center-akhlaq/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cc6bfa6a0cca3a38a0d322bac83c1386?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abuzakaria</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pesantren Mahasiswa Thaybah</title>
		<link>http://sutrisnolink.wordpress.com/2010/02/21/pesantren-mahasiswa-thaybah/</link>
		<comments>http://sutrisnolink.wordpress.com/2010/02/21/pesantren-mahasiswa-thaybah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Feb 2010 10:23:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abuzakaria</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dunia Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sutrisnolink.wordpress.com/?p=90</guid>
		<description><![CDATA[Pesantren Mahasiswa Thaybah adalah salah satu lembaga Pendidikan dibawah naungan yayasan Nidaul Fitrah yang berfungsi sebagai penyampai ajaran Islam dalam lingkungan mahasiswa, atau lebih dikenal sebagai Pesantren Mahasiswa.Sekretariat: Masjid Thaybah- Keputih-Sukolilo- Surabaya 60111. Dimana peantren mahasiswa ini diharapkan dapat berfungsi sebagai penyampai ajaran-ajaran dienul Islam yang nantinya dapat memberikan pewarnaan yang lain dalam lingkungan kampusnya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sutrisnolink.wordpress.com&amp;blog=5429600&amp;post=90&amp;subd=sutrisnolink&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pesantren Mahasiswa Thaybah adalah salah satu lembaga Pendidikan dibawah naungan yayasan Nidaul Fitrah yang berfungsi sebagai penyampai ajaran Islam dalam lingkungan mahasiswa, atau lebih dikenal sebagai Pesantren Mahasiswa.Sekretariat: Masjid Thaybah- Keputih-Sukolilo- Surabaya 60111. Dimana peantren mahasiswa ini diharapkan dapat berfungsi sebagai penyampai ajaran-ajaran dienul Islam yang nantinya dapat memberikan pewarnaan yang lain dalam lingkungan kampusnya yang lebih mencerminkan pengamalan nilai-nilai ajaran Islam dalam arti seluas-luasnya, sekaligus juga sebagai salah satu alternatif bagi mahasiswa dalam mengaktualisasikan dirinya dalam lingkungan kampus.</p>
<p>Tujuan dari Pesantren Mahasiswa ini adalah :<br />
<span id="more-90"></span>- Menyambut mahasiswa dengan kegiatan keislaman.<br />
- Menjadi “Markas pembelajaran Bahasa Arab”<br />
- Membekali para mahasiswa muslim dengan pemahaman agama yang selaras dengan pemahaman para sahabat Rosululloh sehingga bersatu tanpa berpecah belah.<br />
- Memfasilitasi wadah kajian Islamiyyah bagi para mahasiswa muslim.<br />
- Lebih mempererat dan memperkuat silaturrahim di antara mahasiswa muslim.<br />
- Mempermudah para mahasiswa dalam koordinasi dakwah salafiah di perguruan tinggi Surabaya dan di Indonesia pada umumnya.</p>
<p>PEGURUS INTI<br />
PESANTREN MAHASISWA THAYBAH SURABAYA<br />
Penasehat : Ust.Muhammad Noor Yasin</p>
<p>Ketua Umum / Lurah : Abu Zakariya Sutrisno<br />
Sekretaris Umum : I. Nusidi<br />
II. Alif R Y</p>
<p>Bendahara Umum : I. Heru<br />
II. Wahyu<br />
Divisi Dakwah<br />
Koordinator : Aris S.P.W<br />
Anggota : Angga, Hatta, Herwin, Musa, Arman,<br />
Hamim</p>
<p>Divisi Bahasa Arab<br />
Koordinator : Aldy<br />
Anggota : Noor Kandir, Andar, Rendra, Mahfudz</p>
<p>Divisi Humas<br />
Koordinator : Makarim<br />
Anggota : Rama, Widi</p>
<p>Divisi PSDM<br />
Koordinator : Masyatin Rais<br />
Anggota : Kuswandanu</p>
<p>Ma’had Putri<br />
Koordinator : Halimah<br />
Anggota : Fattiya, Elmy, Iin, Vivin, Diana</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sutrisnolink.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sutrisnolink.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sutrisnolink.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sutrisnolink.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sutrisnolink.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sutrisnolink.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sutrisnolink.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sutrisnolink.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sutrisnolink.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sutrisnolink.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sutrisnolink.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sutrisnolink.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sutrisnolink.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sutrisnolink.wordpress.com/90/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sutrisnolink.wordpress.com&amp;blog=5429600&amp;post=90&amp;subd=sutrisnolink&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sutrisnolink.wordpress.com/2010/02/21/pesantren-mahasiswa-thaybah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cc6bfa6a0cca3a38a0d322bac83c1386?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abuzakaria</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Nasehat DR Ibrahim Ar Ruhaili dalam masalah Hajr(Tahdzir)</title>
		<link>http://sutrisnolink.wordpress.com/2010/02/21/nasehat-dr-ibrahim-ar-ruhaili-dalam-masalah-hajrtahdzir/</link>
		<comments>http://sutrisnolink.wordpress.com/2010/02/21/nasehat-dr-ibrahim-ar-ruhaili-dalam-masalah-hajrtahdzir/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Feb 2010 10:22:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abuzakaria</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dunia Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sutrisnolink.wordpress.com/?p=88</guid>
		<description><![CDATA[Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam atas Nabi kita Muhammad, atas keluarganya dan seluruh para sahabatnya, Amma ba’du. Ini adalah nasehat bagi para pemuda ahli sunnah wal jamaah, sebagai bentuk konstribusi nasehat bagi kaum muslimin dan upaya ishlah antara ahli sunnah, berdasarkan nusush (dalil) yang memerintahkan hal itu. Semua ini dilatarbelakangi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sutrisnolink.wordpress.com&amp;blog=5429600&amp;post=88&amp;subd=sutrisnolink&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam atas Nabi kita Muhammad, atas keluarganya dan seluruh para sahabatnya, Amma ba’du.<br />
Ini adalah nasehat bagi para pemuda ahli sunnah wal jamaah, sebagai bentuk konstribusi nasehat bagi kaum muslimin dan upaya ishlah antara ahli sunnah, berdasarkan nusush (dalil) yang memerintahkan hal itu.<br />
Semua ini dilatarbelakangi oleh fenomena yang tengah dialami oleh para pemuda salafiyyin di banyak negeri islam, bahkan di beberapa negeri kafir yang dihuni oleh minoritas kaum muslim, berupa perpecahan yang sangat dahsyat, disebabkan karena persoalan-persoalan ilmiah dan sikap-sikap yang diterapkan dalam menyikapi orang-orang yang dianggap menyelisihi. Begitu juga apa yang timbul dari hal itu berupa saling memutuskan (silaturahmi), saling menjauhi, bahkan permusuhan dan kebencian antara sesama ahli sunnah. Hingga fitnah menjadi besar dan krusial, berpengaruh buruk terhadap perjalanan dakwah sunnah bahkan menghalangi manusia untuk memeluknya setelah sebelumnya manusia tertarik dengan sunnah tersebut di banyak negeri dan negara.<br />
Saya menyimpulkan nasehat ini dalam beberapa point berikut. Saya memohon kepada Allah agar dikaruniai keikhlasan dalam niat dan kebenaran dalam kata, juga menjadikan nasehat ini bermanfaat bagi siapa saja kaum muslimin yang membacanya.<br />
Pertama, diantara pokok-pokok agama yang telah tetap adalah, bahwa <span id="more-88"></span>seorang muslim hendaknya memiliki perhatian untuk memperbaiki dirinya sendiri, berusaha menyelamatkannya dan menjauhi sebab-sebab yang dapat mencelakakannya, sebelum ia sibuk mengurusi urusan orang lain. Allah berfirman, “Demi waktu. Sesungguhnya manusia dalam kerugian. Kecuali orang yang beriman, beramal shaleh, saling menasehati dalam kebenaran dan saling menasehati dalam kesabaran.” (QS. Al-‘Ashr: 1-3)<br />
Allah mengabarkan bahwa orang-orang yang selamat dari kerugian itu adalah orang-orang yang memiliki sifat-sifat tersebut. Allah menyebutkan mereka menerapkan keimanan dan amal shaleh pada diri mereka sendiri sebelum ia mengajak orang lain dengan saling menasehati dalam kebenaran dan kesabaran. Ini adalah ketentuan dalam masalah ini.<br />
Allah mencela orang-orang bani Israil karena mereka menyalahi ketentuan ini dengan firman-Nya, “Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebaktian, sedang kamu melupakan diri (kewajiban) mu sendiri, padahal kamu membaca Al Kitab (Taurat)? Maka tidaklah kamu berpikir?” (QS. Al-Baqarah: 44)<br />
Oleh karena itu, hendaknya para pemuda memperhatikan perbaikan dirinya sebelum ia sibuk memperbaiki orang lain. jika mereka istikamah atas hal itu dan mampu menggabungkan antara melaksanakan agama Allah bagi dirinya dan berdakwah kepada orang lain, maka mereka berada di atas ajaran salaf dengan sebenar-benarnya, serta berarti Allah memberikan manfaat melalui perantaranya. Mereka menjadi penyeru kepada sunnah dengan perkataan dan perbuatannya. Dan ini demi Allah, sungguh derajat paling tinggi, siapa saja yang diberi taufik kepadanya berarti ia termasuk orang-orang pilihan dari hamba-hamba Allah yang mendapat derajat tinggi kelak di hari akhir.<br />
Allah berfirman, “Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?” (QS. Fushilat: 33)<br />
Kedua, hendaknya diketahui bahwa ahli sunnah yang benar adalah para pengamal ajaran islam secara sempurna, baik dalam sisi akidah atau akhlaknya. Maka, termasuk pemahaman yang keliru, menyangka bahwa sunni atau salafy adalah orang yang hanya melaksanakan akidah ahli sunnah saja dan tidak memperhatikan sisi akhlak, etika islam dan penunaian hak sesama muslim antara mereka.<br />
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah pada akhir kitabnya “Akidah Washithiyyah” berkata, setelah beliau menyebutkan pokok-pokok ahli sunnah dalam akidah, “Kemudian mereka (ahli sunnah) bersama dengan pokok-pokok ini, memerintahkan kepada yang makruf dan mencegah dari yang munkar sesuai dengan apa yang dituntut oleh syariat. Mereka meyakini wajibnya menunaikan haji, jihad, shalat jumat dan hari raya bersama umara (pemerintah) mereka, baik mereka baik atau jahat. Menjaga jamaah, memberi nasehat bagi ummat dan meyakini makna dari sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “seorang mukmin dengan mukmin lainnya seperti bangunan yang saling menguatkan,” kemudian Nabi menjalinkan jari-jarinya. Begitu juga sabda Nabi, “Perumpamaan orang-orang mukmin dalam hal saling mencintai dan berkasih sayang seperti satu jasad. Jika salah satu anggota tubuhnya merasa sakit, maka seluruh tubuh akan terserang demam dan tidak dapat tidur.<br />
Mereka juga memerintahkan untuk bersabar menghadapi bencana, bersyukur saat lapang dan ridha dengan ketentuan Allah. Mereka mengajak kepada akhlak mulia dan amal-amal baik. Mereka meyakini makna dari sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Orang mukim yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya.”<br />
Mereka mengajarkan agar engkau menyambung orang yang memutuskan (silaturahmi), memberi pada orang yang tidak memberimu dan mema’afkan pada orang yang menzalimimu. Mereka memerintahkan untuk berbakti kepada orang tua, memerintahkan untuk bersilaturahim dan berbuat baik pada tetangga. Mereka mencegah dari perbuatan sombong dan berbangga diri, melampaui batas dan bertindak lalim atas manusia baik dengan hak atau tanpa hak. Mereka memerintahkan akhlak yang luhur dan melarang dari akhlak yang rendah.<br />
Setiap yang mereka katakan dan perbuat dari semua ini, mereka mengikuti Al-Quran dan sunnah. Jalan yang mereka tempuh adalah Islam yang Allah utus dengannya Muhammad shallalallahu ‘alahi wa sallam. (al-Akidah al-Wasithiyyah, cet Dar salaf. 129, 131)<br />
Ketiga, sesungguhnya tujuan agung yang diperintahkan Islam adalah memberikan petunjuk kepada manusia pada agama ini. Sebagaimana Nabi bersabda kepada Ali ketika beliau mengutusnya ke khaibar, “Sungguh jika Allah memberikan hidayah melalui mu satu orang saja, maka ia lebih baik bagimu dari untuk merah.” (HR Bukhari Muslim)<br />
Maka siapa saja yang telah Allah beri nikmat atas mereka dengan petunjuk sunnah, hendaknya mereka juga memiliki semangat untuk berdakwah kepada orang-orang yang tersesat darinya, atau kurang dalam melaksanakannya. Juga hendaknya mereka mengerahkan segenap cara yang dimampuinya untuk memberikan hidayah itu kepada manusia dan mendekatkan hati mereka untuk menerima kebenaran. Hal itu dilakukan dengan cara menyampaikannya secara santun. Sebagaimana Allah berfirman kepada nabi Musa dan Nabi Harun, “Pergilah kamu berdua kepada Fir’aun, sesungguhnya dia telah melampaui batas; maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat atau takut.” (QS. Thoha: 43-44)<br />
Allah memerintahkan untuk berbicara dengan lemah lembut kepada orang yang Allah kabarkan melampaui batas dan diketahui bahwa ia mati dalam kepadaan kafir. Maka, apalagi dengan orang yang di bawahnya dari dari kalangan kaum muslimin yang menyelisihi syariat.<br />
Begitu juga berbicara kepada orang-orang yang didakwahi dengan gelar-gelar yang sesuai dengan kedudukannya. Nabi pernah menulis kepada Helaklius dengan, “kepada Helaklius, penguasa romawi.” Beliau juga pernah membuat kunyah untuk Abdullah bin Ubai bin Salul dengan Abul Habbab.<br />
Hendaknya juga menjaga kesabaran atas sikap kurang baik orang-orang yang didakwahinya, menghadapinya dengan sikap ihsan dan tidak tergesa-gesa agar mereka menerima dakwah ini. Allah berfirman, “Maka bersabarlah kamu seperti orang-orang yang mempunyai keteguhan hati dari rasul-rasul telah bersabar dan janganlah kamu meminta disegerakan (azab) bagi mereka.” (QS. Al-Ahqaf: 35)<br />
Keempat, hendaknya para penuntut ilmu –khususnya para da’i- mampu membedakan antara sikap mudaarah (mudah bergaul) dan mudaahanah (menjilat). Mudaarah adalah sesuatu yang baik. Ia berkaitan dengan sikap santun dalam bergaul. Dalam “Lisanul Arab” disebutkan, “mudaarah kepada manusia artinya berlemah lembut kepada mereka, bergaul dengan baik dan menjaga agar mereka tidak lari darimu.” Adapun mudaahanah adalah sifat tercela. Ia terkait dengan agama, Allah berfirman, “Maka mereka menginginkan supaya kamu bersikap lunak lalu mereka bersikap lunak (pula kepadamu).” (QS. Al-Qalam: 9)<br />
Hasan al-Basri berkata tentang tafsir ayat ini, “mereka menginginkan jika kamu membujuk mereka dalam agamamu, maka merekapun membujukmu dalam agama mereka.” [Tafsir Baghawi 4/377]<br />
Mudaarah adalah santun dalam bergaul tanpa menelantarkan sedikitpun dari agama. Adapun penjilat mendekati orang lain dengan menelantarkan agama. Nabi adalah orang yang paling baik akhlaknya dan paling lembut kepada umatnya. Ini diantara sisi ajaran lembut dan santun Nabi shallallahu ‘alaihi wa salam. Akan tetapi beliau juga adalah orang yang paling kuat memegang agama Allah dan tidak menelantarkannya sedikitpun karena seseorang dan dalam kondisi apapun. Ini adalah sisi keteguhan memegang agama yang sama sekali menafikan sikap menjilat.<br />
Maka, hendaknya para penuntut ilmu memperharikan perbedaan antara keduanya. Karena sebagian orang ada yang menyangka bahwa mudah bergaul dengan manusia dan santun kepada mereka itu berarti lemah dalam agama dan bersikap lembek. Bahkan sebagian mereka menganggap bahwa bersikap lembut itu berarti menyetujui kebatilan dan diam dari kesalahan. Keduanya telah keliru dan menyimpang dari kebenaran. Hati-hatilah dengan hal ini. Karena ini adalah kekeliruan berbahaya yang tidak selamat darinya kecuali orang yang diberi taufik dan hidayah oleh Allah.<br />
Bersambung, Alhamdulillahi rabbil ‘alamin.</p>
<p>dari : http://salafiyunpad.wordpress.com/2010/02/15/nasehat-untuk-pemuda-salafiyyin-kewajiban-dalam-menyikapi-perselisihan-aturan-boikot-hajr-dan-membantah-orang-yang-menyelisihi-bagian-1/</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sutrisnolink.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sutrisnolink.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sutrisnolink.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sutrisnolink.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sutrisnolink.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sutrisnolink.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sutrisnolink.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sutrisnolink.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sutrisnolink.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sutrisnolink.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sutrisnolink.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sutrisnolink.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sutrisnolink.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sutrisnolink.wordpress.com/88/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sutrisnolink.wordpress.com&amp;blog=5429600&amp;post=88&amp;subd=sutrisnolink&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sutrisnolink.wordpress.com/2010/02/21/nasehat-dr-ibrahim-ar-ruhaili-dalam-masalah-hajrtahdzir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cc6bfa6a0cca3a38a0d322bac83c1386?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abuzakaria</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>tes gambar..</title>
		<link>http://sutrisnolink.wordpress.com/2009/07/18/tes-gambar/</link>
		<comments>http://sutrisnolink.wordpress.com/2009/07/18/tes-gambar/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 18 Jul 2009 14:16:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abuzakaria</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sutrisnolink.wordpress.com/?p=52</guid>
		<description><![CDATA[lihat&#8230;&#8230;&#8230;<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sutrisnolink.wordpress.com&amp;blog=5429600&amp;post=52&amp;subd=sutrisnolink&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>lihat&#8230;&#8230;&#8230;<br />
<a href="http://upload.kapanlagi.com/h/20090718195543_wallpaper_02_4a61c64f15bf3.jpg" target="_blank"><img src="http://upload.kapanlagi.com/images/thumb/20090718195543_wallpaper_02_4a61c64f15bf3-t.jpg" alt="" /></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sutrisnolink.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sutrisnolink.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sutrisnolink.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sutrisnolink.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sutrisnolink.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sutrisnolink.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sutrisnolink.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sutrisnolink.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sutrisnolink.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sutrisnolink.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sutrisnolink.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sutrisnolink.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sutrisnolink.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sutrisnolink.wordpress.com/52/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sutrisnolink.wordpress.com&amp;blog=5429600&amp;post=52&amp;subd=sutrisnolink&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sutrisnolink.wordpress.com/2009/07/18/tes-gambar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cc6bfa6a0cca3a38a0d322bac83c1386?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abuzakaria</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://upload.kapanlagi.com/images/thumb/20090718195543_wallpaper_02_4a61c64f15bf3-t.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
