Paper terbaru

21761741_10210313976712405_3391273947591549451_nAlhamdulillah paper terbaru sudah muncul di ScienceDirect. Masih in press, belum final version. Semoga bermanfaat.

Electroencephalography (EEG) signal processing for epilepsy and autism spectrum disorder diagnosis

 
Abstrak:

Quantification of abnormality in brain signals may reveal brain conditions and pathologies. In this study, we investigate different electroencephalography (EEG) feature extraction and classification techniques to assist in the diagnosis of both epilepsy and autism spectrum disorder (ASD). First, the EEG signal is pre-processed to remove major artifacts before being decomposed into several EEG sub-bands using a discrete-wavelet-transform (DWT). Two nonlinear methods were studied, namely, Shannon entropy and largest Lyapunov exponent, which measure complexity and chaoticity in the EEG recording, in addition to the two conventional methods (namely, standard deviation and band power). We also study the use of a cross-correlation approach to measure synchronization between EEG channels, which may reveal abnormality in communication between brain regions. The extracted features are then classified using several classification methods. Different EEG datasets are used to verify the proposed design exploration techniques: the University of Bonn dataset, the MIT dataset, the King Abdulaziz University dataset, and our own EEG recordings (46 subjects). The combination of DWT, Shannon entropy, and k-nearest neighbor (KNN) techniques produces the most promising classification result, with an overall accuracy of up to 94.6% for the three-class (multi-channel) classification problem. The proposed method obtained better classification accuracy compared to the existing methods and tested using larger and more comprehensive EEG dataset.

The proposed method could potentially be used to assist epilepsy and ASD diagnosis therefore improving the speed and the accuracy.

Advertisements

Rindu kampung halaman…

Dukuh Ngentak, Bulakrejo, Sukoharjo dengan background gunung Merapi dan Merbabu yang gagah.

Letak Dukuh Ngentak tidak terlalu jauh dari Sungai Bengawan Solo yang begitu terkenal. Meskipun belum begitu maju, nuansa kampungnya masih begitu asri dan dikelilingi persawahan. Ada sungai kecil juga yang membelah tepat di tengah kampung sehingga menambah nyamannya suasana. Letaknya juga tidak terlalu jauh dari pusat kota (baik ke Kota Solo maupun ke pusat kota Sukoharjo).

Secara tabiat orang mencintai tempat asalnya. Dikatakan dalam sebuah sya’ir ,
كم منزل في الأرض يألفه الفتى *** وحنينه أبداً لأول منزل
“Berapa banyak tempat di dunia ini disinggahi seorang pemuda, *** (tetapi) kerinduannya selamanya pada tanah lahirnya”

Foto Masjidil Haram, Mina, Jamarat dari Udara

Foto udara masjidil haram, mina, jamarat, dll. Apakah Anda rindu mengunjungi tempat-tempat ini?

Allah jadikan pada diri orang-orang yang beriman kerinduan pada rumah Allah, baitullah. Allah kabulkan do’a nabi Ibrahim saat beliau berdo’a:

“Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezkilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur.” (QS Ibrahim: 37) Continue reading

Biji Kurmanya Tumbuh!

Awalnya saya juga tidak yakin bahwa biji kurma yang ditanam Nabilah (5.5 thn) dan adiknya, Zakariya (4 thn), beberapa waktu yang lalu bisa tumbuh. Bahkan setelah muncul tunas pun saya sempat tidak yakin kalau itu tunas kurma. Saya sempat keruk sebagian tanah di pot untuk memastikan bahwa tunas tersebut benar dari biji kurma. Setelah itu baru saya yakin itu tunas kurma! Untuk “lebih meyakinkan” saya pun googling di Internet bentuk tunas kurma itu seperti apa. Maklum, meskipun sudah hampir 7 tahun di Saudi dan sering lihat pohon kurma tetapi belum pernah saya mengamati dengan seksama tunas kurma itu seperti apa.

Menanam biji kurma itu sebenarnya hanya kebetulan. Awalnya saya coba-coba tanam daun bawang dan cabe di pot kecil sekedar untuk mengajari “proses bertanam” kepada anak-anak. Anak-anak pun sangat senang dan ikut tanam biji-bijian yang mereka dapatkan di rumah. Tidak terkecuali biji kurma tadi.  Awalnya saya mengira menumbuhkan biji kurma itu adalah sesuatu yang sangat sulit dan butuh waktu yang lama. Bahkan saat Nabilah&adiknya melakukan “percobaan” tanam biji kurma saya sempat mengatakan “Tidak mungkin tumbuh nak, perlu waktu yang sangat lama untuk tanam biji kurma”. Perkiraan saya itu pun terbukti salah!

Disini saya mengambil pelajaran, bahwa saat kita mengajari suatu ketrampilan pada anak bisa jadi itu akan semakin menambah pengalaman kita. Kita juga harus memberikan ruang kepada anak untuk mencoba dan berekplorasi. Bisa jadi mereka akan menemukan atau berhasil melakukan sesuatu yang mungkin kita tidak sangka sebelumnya! Biarkan anak mencoba sesuatu yang baru.

Bapaknya Nabilah dan Zakariya. Riyadh, 27/8/2017.

RAMADHAN DI ARAB SAUDI (Video)

Selama bulan Ramadhan biasanya didirikan tenda di sekitar masjid-masjid Saudi. Tenda ini untuk buka bersama + tausiah singkat. Gratis semua orang boleh ikut atau mengambil buka bersama.

Video ini adalah suasana buka bersama di masjid Syaikh Muhammad Bin Abdilwahhab di Hay Al Khuzama, Riyadh tepat di samping kampus saya, King Saud University. Kebetulan saya diminta untuk isi tausiah rutin habis berbuka untuk orang2 WNI.

Peta lokasi: https://goo.gl/maps/5UqbeExdQPE2

Riyadh Metro

Salah satu proyek pembangunan utama yang dikerjakan Arab Saudi sekarang adalah Riyadh Metro. Proyek transportasi massa ini digenjot untuk mengurangi tingkat kemacetan di ibu kota kerajaan Arab Saudi, yaitu kota Riyadh. Saat ini progress pembangungannya sudah sekitar 50% dan dijadwalkan mulai beroperasi 2018 atau 2019. Tidak tanggung-tanggung, biaya proyek Riyadh Metro ini sekitar 22.5 juta USD (atau sekitar 299 trilyun rupiah).

Info lebih lanjut: http://riyadh-metro.com/  atau https://en.wikipedia.org/wiki/Riyadh_Metro

Video: https://youtu.be/01fsyilvVt0

Galeri: 

Submit paper dan cari jodoh

peerreviewSubmit paper (kirim publikasi ilmiyah) ke jurnal itu ibarat mencari jodoh. Kadang sekali kirim langsung diterima (accepted), kadang perlu usaha yang berliku (minor/major revision), kadangpula langsung ditolak dimuka (rejected). Tidak perlu khawatir berlebihan, jalani&nikmati proses yang ada.
 
Selain itu, kita perlu menyesualikan kualitas jurnal yang kita tuju dengan kontribusi paper kita. Ibaratnya kalau mau meminang seorang wanita perlu ngaca diri sendiri dulu.
 
*Catatan penting: Jangan pernah kirim paper anda ke jurnal/seminar abal-abal yang sekedar cari keuntungan. Kirim ke jurnal/seminar yang terpercaya atau berkualitas (misal terindek ISI, SCOPUS atau kalau open acces minimal terindek DOAJ). Meskipun ditolak minimal kita dapat feedback yang bermanfaat dari review.
sutrisnolink.wordpress.com