Home » General Info » Seminar “Tantangan Alumni Pendidikan Timur Tengah”

Seminar “Tantangan Alumni Pendidikan Timur Tengah”

masjidil haram2Alhamdulillah, habis mengikuti seminar dengan tema “Tantangan Alumni Pendidikan Timur Tengah:..” yang diselenggarakan oleh Kedutaan Besar RI di Riyadh, Saudi Arabia. Pemateri pertama adalah Prof. Dr. Chamamah (Guru Besar di FIB UGM) dan pemateri kedua adalah Dr. Muslim Amin (Dosen di KSU).
Berikut isi seminar secara singkat:

Prof. Chamamah memaparkan secara singkat wacana tentang sisdiknas, pendidikan secara umum (formal, non-formal, dan informal), arus globalisasi, tantangan bagi alumni timteng (baik tantangan positif atau negatif – beliau istilahkan dengan ‘ancaman’-) dan wacana lainnya. Beliau juga menyampaikan 4 hal penting yang harus disiapkan:

1. Merapikan tatanan pikiran (mindset)

2. Berani membuka diri

3. Berani menggeser paradigma lama dan menyesuaikan dengan kondisi sekarang

4. Mampu memahami dan menghargai perbedaan

Pada sesi tanya jawab beliau menyampaikan bahwa pendidikan kita tidak banyak memacu siswa untuk menulis sehingga kurang terampil dalam menulis, berkomunikasi dan menyampaikan ide.

Adapun Dr Muslim mengisi paparan beliau dengan menampilkan beberapa statistik terkait potensi SDM Indonesia dan peluang yang ada di timteng. Banyak dosen di universitas-universitas Malasia yang berasal dari Indonesia (misal di UTM saja ada sekitar 70). Di Timur Tengah (Saudi, UEA, Qatar, dll) mulai banyak mengambil SDM dari Indonesia untuk bidang profesional (tidak sekedar PRT dan sopir). Ketergantungan negara-negara Timteng atas SDM dari luar sangat tinggi. Beliau juga menyampaikan 2 tantangan utama: 1) kapasitas untuk bekerja lebih baik, 2) kopetensi khusus pada bidang tertentu.

Bebepa kompetensi yang harus disiapkan:

1. Kemampuan bahasa Inggris (Ini yang banyak lemahnya untuk orang Indonesia)

2. Leadership skill

3. Pengalaman kerja

4. Kepakaran

5. Perencanaan strategic

6. Teamwork

7. Asimilasi budaya global

8. Fleksibility

9. Kepercayaan diri

 

Selain pemateri, bapak duta besar Indonesia untuk kerajaan Saudi Arabia, bapak Muh Abdurrahman Fachr juga menyampaikan beberapa wacana baik saat di sambutan pembukaan atau di sesi tanya jawab. Beberapa kutipan pernyataan beliau

– “Indonesia adalah negara besar sehingga butuh kontribusi yang besar pula dari warga negaranya ”

– “Be excellent in your field”

– “Orang pintar tidak perlu iklan”

– “Hendaknya kita menampilkan keIndonesiaan”

– ” Tiga hal penting bagi seseorang: Eksistensi, Kapasitas, dan Kontribusi”

Beliau juga mengajak para mahasiswa untuk bekerja sama dengan KBRI Riyadh untuk berkontribusi bagi bangsa Indonesia baik di Saudi Arabia maupun di Indonesia.

Sekian, maaf ringkasan ini ditulis dengan bahasa seadanya, semoga dapat dicerna intinya.

Sutrisno W. Ibrahim. Riyadh, 1/5/2014.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s