Home » SaudiArabia » Kuliah Di Negeri Haramain

Kuliah Di Negeri Haramain

Foto 0184Belajar di Arab Saudi bukan merupakan hal yang baru bagi pelajar Indonesia. Jauh sebelum Indonesia merdeka, telah banyak penuntut ilmu dari penjuru nusantara belajar di negeri haramain ini, negeri di mana dua tanah suci umat Islam (Mekkah dan Madinah) berada. Hanya saja, kebanyakan mereka belajar diniyah (ilmu yang berkaitan agama Islam) atau bahasa Arab.  Baru akhir-akhir ini mulai semarak orang belajar ilmu pengetahuan dan teknologi ke Arab Saudi.  Mungkin hal ini masih asing bagi sebagian kita, masak kuliah sains dan teknologi ke Arab Saudi?? Untuk itu, dalam tulisan singkat ini saya ingin sedikit berbagi pengalaman dan informasi berkaitan dengan kuliah di Arab Saudi.

Motivasi Kuliah di Arab Saudi

Belajar ke luar negeri akan banyak menambah pengalaman hidup. Setiap orang memiliki motivasi tersendiri untuk belajar keluar negeri dan menentukan negara atau universitas tujuan. Saya secara pribadi memprioritaskan untuk belajar di negeri-negeri muslim. Menurut hemat saya, belajar di negeri muslim akan membuat lebih ‘nyaman’ dalam beragama dan meminimalkan culture shock. Seiring dengan semakin besarnya keinginan saya untuk mendalami agama, pilihan pun jatuh ke Arab Saudi. Di negeri yang terkenal dengan negeri para ulama ini, saya berusaha untuk dapat kuliah sambil ‘ngaji’.

Pilihan Kampus di Arab Saudi

Kalau dahulu kebanyakan dari kita mungkin hanya mengenal Universitas Islam Madinah (UIM, www.iu.edu.sa) dan Universitas Imam Su’ud yang memiliki cabang LIPIA di Indonesia (www.imamu.edu.sa), tapi sekarang ada cukup banyak universitas Saudi yang membuka pendaftaran untuk mahasiswa asing, di antaranya:

  • King Saud University (KSU) di kota Riyadh, ibu kota Kerajaan Saudi Arabia (www.ksu.edu.sa)
  • King Fahd University of Petroleum and Minerals (KFUPM) di kota Dhahran (www.kfupm.edu.sa)
  • King Abdul Aziz University (KAU) di kota Jeddah (www.kau.edu.sa)
  • Umm Al-Qura University (UQU) di kota Mekah (www.uqu.edu.sa)
  • Qassim University di kota Qassim (www.qu.edu.sa)
  • King Abdullah University for Science and Technology (KAUST) di kota Tuwal (www.kaust.edu.sa). Kampus ini sering disebut sebagai “MIT Arab”.
  • Princess Nourah University (PNU) di kota Riyadh (www.pnu.edu.sa). Ini adalah kampus khusus wanita terbesar di dunia.

Sistem pendaftaran kebanyakan dilakukan secara online, jadi cukup mengirim berkas lewat portal yang disediakan. Informasi pendaftaran dan jurusan yang ditawarkan biasanya telah tersedia di website masing-masing universitas. Informasi juga dapat diperoleh dari blog atau group diskusi di dunia maya, seperti grup FB “Mahasiswa Indonesia KSA”.

Kualitas Pendidikan dan Sistem Perkuliahan

Kualitas pendidikan di Arab Saudi memang belum sebagus di negara-negara maju seperti USA, UK, Jepang dan lainnya. Tetapi beberapa tahun terakhir (tepatnya sejak sekitar tahun 2006) pendidikan di Arab Saudi, khususnya di jenjang perguruan tinggi, mulai berkembang dengan pesat. Peringkat universitas di Saudi pun melesat naik di berbagai sistem perangkingan dunia seperti QS, Arwu, Webometric dan lainnya. Sebagai contoh hasil QS World University Rankings tahun 2014 kemarin, KFUPM menduduki peringkat 225, KSU 249, dan KAU 334. Sebagai perbandingan dengan universitas di Indonesia: UI (310), ITB (461-470), UGM (551-600). KAUST yang baru didirikan tahun 2009 pun tidak kalah bersaing dengan universitas kelas dunia dalam hal riset dan inovasi. Alokasi dana Arab Saudi untuk bidang pendidikan juga sangat besar, tahun 2015 sekitar 217 miliar SAR (sekitar 716 triliun Rupiah). Sarana dan prasarana pendidikan pun cukup memadai ditambah dukungan alokasi dana penelitian cukup besar. Hanya saja sisi manajemennya mungkin masih perlu banyak perbaikan.

Secara umum perkuliahan untuk jurusan umum (terutama Sains dan Teknologi) disampaikan dalam bahasa Inggris (sehingga tidak perlu khawatir jika belum menguasai bahasa Arab). Kebanyakan dosen lulusan dari universitas barat (USA, Kanada, dan UK). Mahasiswa S2 dan S3 sebelum melakukan riset diwajibkan menyelesaikan beberapa mata kuliah dahulu. Jadi, mereka tidak langsung memulai riset.  Hal ini yang kadang membuat masa studi menjadi lebih lama.  Khusus untuk mahasiswa S3, juga harus melewati ujian komprehensif setelah selesai menempuh mata kuliah dan sebelum penelitian.

Beasiswa dan Biaya Hidup

Secara umum seluruh universitas negeri di Saudi memberikan beasiswa penuh (full-scholarship). Mahasiswa sama sekali tidak dibebani biaya kuliah dan bahkan diberi uang bulanan atau mukafaah. Mukafaah di seluruh universitas negeri Saudi hampir sama yaitu sekitar 890SAR/bln (sekitar 3 juta Rupiah) baik untuk S1, S2 maupun S3. Mahasiswa S2 atau S3 yang merangkap sebagai research assistant (RA) atau teaching assistant (TA) akan mendapat tambahan gaji. Besar kecilnya gaji tergantung universitas yang bersangkutan. Jika beruntung ikut proyek penelitian dosen bisa mendapat tambahan uang saku lagi.

Biaya hidup tidak terlalu besar, karena telah disediakan asrama gratis dan mendapat subsidi makan di kantin kampus. Dengan kondisi seperti ini rata-rata mahasiswa masih bisa menabung dari beasiswa yang diperoleh. Bagi mahasiswa yang membawa keluarga, maka harus menyewa rumah di luar dan di beberapa kampus disediakan pengganti biaya sewanya.

Pros and Cons

Segala hal pasti memiliki sisi positif dan negatif.  Di antara sisi positif kuliah di Arab Saudi secara umum adalah bebas biaya kuliah dan beasiswa dapat mencover biaya hidup. Ditambah lagi sarana dan prasarana pendidikan serta akomodasi yang cukup memadai karena didukung dana yang besar. Keuntungan lain yaitu dapat menunaikan ibadah haji dan umroh dengan mudah. Anda juga akan mendapatkan jatah libur musim panas tiap tahun plus tiket pulang pergi (PP) ke tanah air. Jika Anda memiliki semangat untuk menimba ilmu agama, maka alhamdulillah ada tersedia banyak majelis ilmu ulama-ulama besar di Arab Saudi.

Di antara sisi negatif atau kekurangan secara umum adalah urusan administrasi agak pelik dan lambat. SDM pengajar yang handal dan mumpuni juga masih terbatas. Selain itu sebagian staf administrasi hanya bisa berkomunikasi dalam bahasa Arab. Durasi kuliah juga cukup lama, sebagaimana telah disinggung sebelumnya.

Iklim dan Culture

Arab Saudi terkenal dengan suhunya yang panas dan dikelilingi dengan gurun. Sebenarnya tidak sepanjang tahun suhu udara panas. Arab Saudi memiliki 4 musim. Pada musim dingin suhu udara bisa mencapai 4 atau bahkan 0 derajat Celsius.  Secara umum iklim tidak menjadi kendala berarti bagi pelajar Indonesia yang berada di Arab Saudi.

Nuansa Islami sangat kental di masyakat Saudi, bahkan seolah menjadi budaya. Pakaian mereka hampir seluruhnya seragam, laki-laki memakaitsaub (jubah putih), sedangkan wanita memakai pakaian serba hitam dan bercadar. Interaksi antara laki-laki dan perempuan sangat terbatas. Seperti kebanyakan bangsa Arab yang lainnya, mereka memiliki sifat keras dan agak pragmatis. Kalau berbicara suara sering meninggi dan diulang-ulang. Ini yang mungkin kita sebagai orang Indonesia yang kurang terbiasa.

***

Biodata Penulis: Sutrisno W. Ibrahim adalah mahasiswa S3 sekaligus research assistant di jurusan Teknik Elektro King Saud University (KSU). Meraih gelar magister dari universitas yang sama tahun 2013 dan S1 dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) tahun 2010.

(Sumber: http://kipmi.or.id/kuliah-di-negeri-haramain.html)

4 thoughts on “Kuliah Di Negeri Haramain

  1. Assalamualaikum pak, apakah ada email? Saya ingin tanya2, karena saya berminat kuliah S1 di mekkah/madinah. Dan apakah betul apabila perempuan harus menggunakan wali/ sponsor yg tinggal di arab saudi agar saya bisa menetap dan kuliah di arab saudi? Mohon informasi nya pak, waalaikumsalam..

  2. Assalamu’alaikum warohmatullohiwabarokatuh. Permisi ustad, perkenankan saya untuk memiliki email ustad sebagai sarana informasi terkait kuliah di Saudi. Saya berharap ustad Abu Zakaria berkenan menolong. Jazakalloh.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s